Probolinggo (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Probolinggo terus mempersiapkan pengoperasian RSUD Ar Rozy dengan melaksanakan In House Training SIMRS Khanza untuk Implementasi Rekam Medik Elektronik.
Training yang berlangsung selama 3 hari hingga Rabu (15/11/2023) ini diikuti oleh ratusan tenaga kesehatan dan pegawai RSUD Ar Rozy.
Plt. Direktur RSUD Ar Rozy, dr. Abraar H.S. Kuddah, menyatakan bahwa pelaksanaan training SIMRS atau Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit merupakan langkah untuk memenuhi persyaratan dari Menteri Kesehatan terkait penggunaan rekam medis berbasis elektronik.
“Peraturan Menteri Kesehatan nomor 4 Tahun 2022 Tentang Rekam Medik menegaskan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan wajib menyelenggarakan rekam medik elektronik,” jelas dr. Abraar.
BACA JUGA:
Diperta Kabupaten Probolinggo Serukan Pentingnya NKV
Rekam medik elektronik mencakup data pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang diberikan kepada pasien.
Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin, yang membuka agenda training, menyatakan bahwa hadirnya RSUD Ar Rozy adalah bentuk komitmen pemerintah kota dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi warga Kota Probolinggo.
“Pemerintah Kota Probolinggo sepenuhnya mendukung upaya pembangunan kesehatan melalui program-program prioritas seperti pencapaian Universal Health Coverage (UHC), optimalisasi posyandu, puskesmas, ambulan siaga, dan pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan RSUD Ar Rozy yang akan segera beroperasi. Ini merupakan semangat dari pemerintah daerah,” ujar Habib Hadi.
BACA JUGA:
Pertumbuhan Ekonomi Kota Probolinggo 2023 Lebih Rendah
Meskipun RSUD Ar Rozy menghadapi tantangan terkait belum tercovernya BPJS Kesehatan untuk pembiayaan pelayanan rumah sakit, Wali Kota berkomitmen untuk mempercepat realisasi BPJS Kesehatan bagi pasien saat rumah sakit diresmikan nanti.
“Ketika rumah sakit beroperasi, BPJS Kesehatan belum dapat mencakupnya, ini menjadi tantangan. Informasinya setidaknya dalam waktu 3 bulan, namun kami akan berupaya untuk mempercepat agar segera dapat melayani BPJS Kesehatan,” tambah Habib Hadi.
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang diimplementasikan di RSUD Ar Rozy adalah hasil kerja sama dengan Yayasan Simrs Khanza Indonesia. Aplikasi yang dikenal dengan nama SIMRS Khanza ini dapat digunakan oleh rumah sakit, klinik, puskesmas, serta praktek mandiri dengan status gratis dan open source. [ada/beq]






