Surabaya (beritajatim.com) – RSIA Kendangsari MERR Surabaya melaunching layanan special care dentistry atau perawatan gigi bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Layanan ini diklaim menjadi satu-satunya di Surabaya.
“Kalau layanan gigi anak saja mungkin beberapa rumah sakit sudah punya. Kita fokus pada layanan gigi untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Direktur RSIA Kendangsari MERR dr Dhimas Panji Chondro, Sabtu (9/3/2024).
Dhimas menyampaikan bahwa pihaknya sangat berkomitmen untuk fokus pada tumbuh kembang anak. Salah satu hal yang dapat dilakukan yakni dengan membuka layanan special care dentistry ini.
“RSIA MERR memiliki dua fokus, yakni urogynecology dan tumbuh kembang anak. Hari ini khusus untuk tumbuh kembang anak, terkait layanan gigi dan spesifik pada anak berkebutuhan khusus,” jelasnya.
Di samping itu, dibukanya layanan gigi anak berkebutuhan khusus ini juga sebagai upaya RSIA Kendangsari MERR dalam membantu pemerintah menekan angka stunting di Indonesia, khususnya di Surabaya. “Kesehatan gigi pada anak itu berdampak pada tumbuh kembang anak. Kalau gigi tidak sehat, itu akan mempengaruhi pertumbuhan dan akan berdampak pada kasus lebih besar yaitu stunting,” urainya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Gigi Anak Prof Udijanto Tedjosasongko mengungkapkan bahwa pelayanan gigi bagi anak-anak berkebutuhan khusus membutuhkan treatment yang khusus pula.
“Anak-anak istimewa ini membutuhkan perhatian khusus. Treatment-nya juga disesuaikan dengan kebutuhan dari anak istimewa. Misalnya, sudah banyak gigi yang rusak sehingga treatment tidak bisa lagi satu per satu,” ujarnya.
Permasalahan gigi yang dialami oleh anak berkebutuhan khusus, lanjut Prof Udijanto, sebetulnya juga sama halnya dengan permasalahan gigi yang dialami oleh anak-anak pada umumnya. “Masalah gigi anak berkebutuhan khusus macamnya sangat banyak. Jadi, ada karena faktor kegagalan perkembangan fisik ataupun mentalnya. Secara garis besar, keterbatasan khususnya orang di sekitar anak ini kurang memperhatikan kesehatan giginya,” jelasnya.
Karena itu, diperlukan adanya kepedulian orang di sekitar agar permasalahan gigi pada anak berkebutuhan khusus dapat diminimalisir. Sebab, dengan keterbatasan yang ada, jika kesehatan gigi anak istimewa tersebut tidak dirawat secara intens, hasilnya kurang maksimal.
“Kalau tidak terperhatikan dengan seharusnya, maka problem akan muncul dengan sangat banyak. Anak-anak istimewa ini ada penyulitnya, harus ada treatment khusus,” tandas Guru Besar Unair Surabaya tersebut. [ipl/kun]






