Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina menyebut Pemkot menginginkan pembangunan Rumah Sakit di wilayah Surabaya Timur terlaksana di tahun 2023 mendatang.
Nanik merinci, pembangunan Rumah Sakit (RS) Surabaya Timur yang akan berdiri di lahan seluas 17700m² menjadi proyek multi year, dengan total anggaran sekitar Rp 500 miliar. Anggaran berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya.
“Anggaran tahap pertama di tahun 2023, sekitar Rp 202 miliar, yang tahun berikutnya sekitar Rp 300 miliar. Rumah sakit Surabaya Timur nantinya akan tetap menjadi rumah sakit umum, tapi dengan konsentrasi atau spesialisasinya ke ibu dan anak,” kata Nanik, Kamis (29/12/2022).
Saat ini, pihaknya masih menyiapkan syarat-syarat administrasi, tim teknis dan dokumen-dokumen pendukung, yang kemudian pada awal Tahun 2023 mendatang segera dilakukan lelang. Untuk lokasi pembangunan RS Surabaya Timur berada di Kelurahan Kali Rungkut, Kecamatan Rungkut.
“Lokasinya di MERR, di dekat calon gedung Universitas Terbuka. Lahannya 17700m², rencana nanti 8 lantai, ada 2 tower. RS ini akan menjadi unggulan dari sisi ibu dan anak, tapi tetap menjadi rumah sakit umum, pelayanan umum juga tetap ada,” tegasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”dprd-surabaya”]
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah akan meminta hasil dari kajian Dinkes mengenai konsentrasi RS Surabaya Timur untuk Ibu dan Anak. Sebab, sebuah kajian menjadi kepastian dari langkah Pemkot Surabaya sebagai bentuk rencana pelaksanaan RS tersebut.
Selain itu, pihaknya mengungkapkan bahwa anggaran kesehatan di Kota Surabaya menjadi terbesar kedua, setelah anggaran pendidikan. Oleh karena itu, politisi PDI Perjuangan ini ingin memastikan anggaran kesehatan tidak hanya fokus untuk menyelesaikan pembangunan RS Surabaya Timur.
“Tetapi juga untuk layanan kesehatan lainnya preventif dan promotif yang itu berada di Puskesmas. Maka, tentunya kita membutuhkan kepastian bahwa pembangunan RS ini tidak akan mengganggu program-program kesehatan yang telah disepakati didalam APBD 2023,” pungkas Ning Kaka sapaannya. [asg/but]






