Surabaya (beritajatim.com) – Calon migran atau pelajar Indonesia yang akan menetap sementara, minimal 3–6 bulan, di luar negeri wajib menjalani Medical Check-Up (MCU) visa.
Rumah Sakit (RS) Premier Surabaya kini menjadi salah satu panel resmi untuk MCU Visa sejumlah negara tujuan populer, termasuk Australia, Inggris (UK), Kanada, Selandia Baru, dan Korea.
Selain itu, rumah sakit ini juga melayani pemeriksaan untuk negara lain yang mensyaratkan tes kesehatan serupa, seperti Jepang, Tiongkok, Malaysia, Singapura, dan negara-negara Uni Eropa.
Layanan ini dapat diakses melalui portal resmi Asia1Health (https://portal.asia1health.com/appt/rsps/mcu) yang dimiliki RS Premier Surabaya.
Dalam situs tersebut, masyarakat dapat memilih kategori ‘Medical Check Up Visa’ untuk keperluan imigrasi ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru.
Dokter Panel MCU Visa RS Premier Surabaya, dr. Yasha Luiz Lumanau menjelaskan pemeriksaan ini untuk memastikan pemohon visa tidak mengidap penyakit menular yang berpotensi membahayakan negara tujuan.
“Intinya adalah mereka meminta setiap orang yang masuk ke negara mereka, itu akan dilakukan pemeriksaan foto rontgen paru-paru,” ujar dr. Luiz, Senin (10/11/2025).
Pemeriksaan ini krusial untuk mendeteksi Tuberkulosis (TBC) aktif, terutama mengingat Indonesia termasuk negara dalam pengawasan WHO terkait kasus TBC yang kerap tak terdeteksi.
Selain rontgen, komponen utama lain adalah pemeriksaan fisik dan laboratorium. Pemeriksaan fisik seringkali mendapati temuan tak terduga, contohnya tekanan darah tinggi (hipertensi) pada generasi muda.
“Banyak sekali yang tidak merasa kalau dia tekanan darah tinggi, tapi pada waktu pemeriksaan tekanan darah tinggi,” ungkapnya.
Kemudian, pemeriksaan lab sangat tergantung pada negara tujuan. Contohnya, Australia dan Kanada umumnya memeriksa fungsi ginjal. Beberapa negara juga mensyaratkan tes untuk penyakit menular seksual seperti HIV.
Keunggulan RS Premier Surabaya sendiri terletak pada penunjukan resmi sebagai rumah sakit panel visa. Status ini tidak dimiliki semua rumah sakit. “Kita memang ditunjuk. Jadi, itu yang tidak dimiliki rumah sakit lain,” ujar dr. Luiz.
Pelayanan diupayakan tuntas dalam 1×24 jam, kecuali ada temuan meragukan yang butuh telaah lanjutan sesuai protokol negara tujuan.
RS Premier Surabaya juga tengah menyiapkan konsep layanan satu pintu dengan rencana pemasangan alat rontgen baru. “Orang masuk, langsung pendaftaran, pemeriksaan, pemeriksaan lab kalau ada, foto rontgen dibaca, orangnya langsung pulang. Satu pintu, maksudnya tidak keluar lagi. Hal macam itu unggulan kita,” terangnya.
Pemohon visa dapat mendaftar melalui portal Asia1Health, MCU Hotline 0811 3200 0096, atau Call Center 1-500-908, serta lewat situs resmi rspremiersurabaya.com. Disarankan melakukan appointment 2–3 hari sebelumnya untuk menghindari antrean dan memastikan kelancaran proses.
dr. Luiz menegaskan, peran dokter panel hanya sebatas melaporkan temuan medis tanpa memberi keputusan keberangkatan. “Bukan kewajiban kami untuk bilang Anda tidak boleh pergi. Karena semua laporan akan dibaca lagi di sana,” jelasnya.
Jika ditemukan masalah kesehatan, misalnya darah tinggi, dokter akan memberi saran pengobatan. Langkah ini penting, mengingat sistem dan biaya kesehatan di luar negeri yang jauh lebih mahal. [ipl/kun]






