Magetan (beritajatim.com) – Pemkab Magetan menggelontorkan dana Rp122 Juta untuk membeli kain batik bagi calon jamaah haji asal Magetan. Total, 500 lembar kain batik bermotif Puji Syukur itu yang kini digarap oleh produsen batik Magetan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Permadi Bagus Darmawan membenarkan terkait hal tersebut. Pihaknya yang mengadakan kain batik untuk para CJH. Tujuannya untuk memberdayakan para pengrajin batik.
“Anggaran sebesar Rp122 juta tersebut untuk 500 lembar kain batik dan sebanyak 497 lembar telah disalurkan kepada para CJH dan pendamping. Sisanya untuk kuota cadangan,” kata Permadi, Minggu (21/05/2023).
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/pemkab-magetan-anggarkan-rp3-m-bangun-gedung-baru-disparbud/
Terpisah, Ketua Paguyuban Pengrajin Batik Magetan Anggi Putra mengatakan, 500 potong kain batik pesanan Kesra tersebut dikerjakan oleh 10 industri kecil menengah (IKM) batik yang ada di Magetan.
“Yaitu IKM Jero, Mukti Lestari, Turya, Jalak Kepolorejo, Ceplog Sekarjingga, Aswangga Kepuh, Udarwelingan, Sukowijoyo, Parangselo dan Langit Makmur. Kemudian pembeliannya juga melalui e-katalog,” jelasnya.

Anggi mengatakan, motif batik yang dipesan yakni motif Puji Syukur dengan filosofi, gunungan wayang menggambarkan tempat geografis Magetan yaitu pulau Jawa yang bertema islami.
“Kami berikan motif gunungan wayang bermakna Islam di Magetan yang menerima perbedaan. Seperti kata Ir. Sukarno yang terkenal. Jika Hindu jangan menjadi India. Kemudian jika Islam jangan menjadi Arab, tetapi jadilah diri sendiri. Begitu batik untuk para calon jamaah haji Magetan tahun 2023 ini,” ungkapnya.
Ada pula siluet masjid Ki Mageti, mencerminkan Islam yang dinamis. Masjid Ki Mageti seperti diketahui tempat ibadah yang baru diresmikan bupati Suprawoto beberapa bulan lalu yang terletak di komplek kebun bunga Refugia di Plaosan.
“Kemudian kami tambahkan juga aksen dengan motif bunga tumbuhan dan sayuran yang kami ambil dari beberapa motif khas Magetan yang memiliki syarat dan makna. Ada motif liukan ombak air Telaga Sarangan juga yang menggambarkan sebagai tempat pariwisata,” pungkasnya. Diketahui, motif Puji Syukur bukanlah motif yang kondang seperti Motif Pring Sedapur. (fiq/kun)






