Surabaya (beritajatim.com) – Masjid Muhammad Cheng Ho yang terletak di Jalan Gading Nomor 2, Surabaya, dipenuhi oleh lautan manusia yang antre untuk menerima zakat mal, Rabu (4/3/2026).
Sebanyak Rp18 miliar zakat mal dibagikan dalam acara yang berlangsung di bulan Ramadan ini. Ribuan warga dari berbagai usia tampak berdesakan, dengan antrean panjang mengular di ruas Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Telasih menuju lokasi Masjid Cheng Ho.
Kegiatan ini juga diawasi oleh petugas gabungan kepolisian dan Satpol PP untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di sekitar area. Para calon penerima zakat mal diharuskan menunggu untuk mendapatkan kupon zakat senilai Rp500 ribu per orang.
Antusiasme warga yang ingin menerima zakat sangat tinggi, meskipun mereka harus berpanas-panasan di bawah terik matahari yang menyengat. Beberapa di antaranya terlihat menggendong anak atau cucunya sambil tetap sabar menunggu giliran.
“Masya Allah antre-nya, harus sabar gantian,” ujar salah seorang warga yang tampak kelelahan, namun tetap semangat dalam antrean. Begitu tiba giliran mereka, warga yang telah menerima zakat terlihat begitu semringah dan mengucapkan terima kasih. “Buat membeli kebutuhan pokok,” ujar salah satu penerima zakat singkat.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang turut hadir dalam acara ini, memberikan apresiasi besar terhadap pengurus Masjid Cheng Ho. Dalam sambutannya, Eri menyampaikan bahwa zakat mal sebesar Rp18 miliar akan disalurkan kepada sekitar 32.000 warga mustahik atau penerima zakat di Surabaya.
“Saya maturnuwun. Semoga kebaikan ini bisa membuka mata kita, bahwa banyak orang baik di Surabaya. Saya yakin kalau zakat itu bersatu, maka tidak pernah ada orang yang tidak mampu di Kota Surabaya,” kata Eri dengan penuh rasa syukur.
Eri juga menegaskan bahwa penerima zakat mal ini adalah warga asli Surabaya yang berasal dari keluarga pra sejahtera, yaitu mereka yang masuk dalam kategori pendapatan ekonomi desil 1 hingga desil 5.
Menurutnya, zakat yang diberikan oleh Masjid Cheng Ho merupakan upaya untuk membantu sesama warga Surabaya yang membutuhkan.
“Saya sampaikan kalau memberikan zakat, jangan keluar dari warga Surabaya. Karena warga Surabaya ini masih banyak yang membutuhkan. Sehingga dari desil 1 sampai 5, yang keluarga pra miskin kita kumpulkan semua dan itulah ternyata yang dilakukan oleh Masjid Cheng Ho,” tutup Eri. [suf]






