Surabaya (beritajatim.com) – Keberanian mengambil risiko membuahkan hasil manis bagi pasangan muda Diah Ayu Fitri Handayani dan Aria Nugraha. Demi mengejar mimpi menjadi pengusaha, keduanya rela meninggalkan kenyamanan sebagai karyawan perusahaan swasta. Kini, bisnis mukena dengan merek Daluxe.id yang mereka rintis sejak 2024 melejit pesat, terutama menjelang momentum Ramadan dan Lebaran 2026.
Perjalanan mereka dimulai dari langkah kecil yang sangat sederhana. Diah menceritakan bahwa awalnya mereka hanya berani memajang 3 potong mukena untuk satu variasi di platform e-commerce Shopee.
“Dulu kalau laku satu, uangnya langsung saya pakai untuk stok berikutnya. Benar-benar dari nol dan tanpa modal besar,” kenang Diah.
Konsistensi adalah kunci. Setelah sempat vakum untuk fokus mengurus anak, Diah kembali serius mengelola tokonya pada Juli tahun lalu. Hasilnya mencengangkan; pada bulan pertama ia hanya menjual sekitar 20 potong dalam sebulan, namun pada bulan Agustus, penjualannya melonjak 1000 kali lipat berkat optimisasi fitur digital.
Kini, rata-rata pesanan harian mencapai 60 hingga ratusan paket. Kesuksesan ini juga membuka lapangan kerja baru, di mana mereka kini memiliki 5 karyawan yang fokus di bidang pemasaran digital, admin, hingga tim Live Streaming.
“Kami optimasi semua fitur di Shopee, mulai dari pengaturan iklan, campaign, hingga flash sale. Untuk iklan sendiri, awalnya hanya Rp100.000 per hari, sekarang sudah di angka Rp500.000 per hari. Hasilnya sangat worth it karena kami rutin mengevaluasi performa iklan setiap minggu agar tidak ‘boncos’,” tambah Aria Nugraha.
Produk mereka unggul karena fokus pada bahan Katun Rayon Viscose yang dikenal dingin dan nyaman. Diah yang memegang kendali desain dekorasi toko dan kurasi motif, sangat jeli melihat tren pasar. Ia memilih warna-warna pastel yang long-lasting serta motif yang sedang viral untuk menarik minat generasi milenial dan Gen-Z.
Tak hanya soal bahan, mereka memberikan nilai tambah (added value) yang unik, yakni bonus parfum di setiap kemasan mukena.
“Banyak pelanggan yang sampai bertanya, parfumnya dijual tidak? Karena aromanya khas saat paket dibuka. Tapi kami jawab, itu khusus bonus untuk pembelian mukena sebagai hampers atau pemakaian pribadi,” ujar Diah sembari tertawa.
Kini keduanya tak hanya memproduksi mukena saja tetapi juga mulai merintis penjualan gamis dengan bahan yang sama. Meski belum sebesar mukena, namun gamis desain Diah mulai banyak disukai pelanggannya di Shopee.
Kunci kelancaran produksi mereka terletak pada kerjasama dengan mitra penjahit (supplier) yang masih kerabat sendiri. Hal ini memungkinkan mereka untuk meminta penambahan stok secara fleksibel maupun menyesuaikan motif sesuai permintaan pasar yang dinamis.
Kini, menjelang Lebaran, pesanan hampers mukena mereka terus membanjiri etalase digital. Kisah Diah dan Aria menjadi bukti bahwa dengan strategi digital yang tepat dan keberanian untuk fokus, bisnis rumahan bisa bersaing di pasar nasional.[rea]






