Sidoarjo (beritajatim.com) – Ngabuburit berburu waktu berbuka puasa menjadi tradisi masyarakat saat bulan suci Ramadhan. Seperti yang terjadi di eks tol HK Jabon. Setiap jelang sore, bisa terpantau ribuan masyarakat berburu belanja beraneka ragam makanan dan minuman siap saji.
Penikmat ngabuburit tak hanya datang dari Jabon, namun juga ada yang datang Pasuruan. Karena keberadaan eks tol berbatasan dengan Pasuruan.
Sepanjang jalan eks tol yang terputus karena luapan lumpur itu berderet pedagang, seperti makanan siap saji pepes ikan, sayuran, takjil, roti, bakaran, gorengan hingga berbagai varian es.
Harga makanan dan minuman di tempat ini sangat terjangkau, sekitar Rp 2000 hingga Rp 7000. Sedangkan untuk minuman, harganya bervariasi mulai Rp 5000 hingga Rp15.000 tergantung permintaan pembeli.

Para pedagang mengaku momen Ramadhan tahun ini dinilai lebih semarak jika dibangdingkan tahun kemarin. Sebab, jumlah masyarakat yang datang ke eks tol Jabon mengalami kenaikan signifikan karena wabah virus corona sudah memasuki masa endemi.
“Pengunjung yang datang rame sekali. Kalau tahun kemarin, pandemi,” ucap Siti Nur Kholifah, pedagang makanan Senin (27/3/2023).
BACA JUGA:
Polemik Pasar Larangan Sidoarjo Harus ‘Win-win Solution’
Seorang Anak di Sidoarjo Meninggal Usai Berkelahi dengan Teman
Goreng Bahan Petasan, Duarr.. Pemuda Sidoarjo Luka Bakar
Pembeli juga merasa senang membeli menu buka puasa di sini karena harganya yang merakyat. “Sering beli di sini mas, langganan, harganya murah meriah dan sangat terjangkau mas,” aku Candra pembeli lainnya.
Selain menyediakan berbagai macam makanan dan minuman, lokasi eks tol HK Jabon juga didatangi masyarakat pengendara motor yang ngabuburit dengan tidak menggunakan helm dan masker karena sudah merasa terbebas dari virus corona. [isa/but]






