Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH Unair) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa menggelar Reformaday untuk memperingati Hari Reformasi Mei 1998.
“Kegiatan ini sebagai cara merawat ingatan pemuda, khususnya mahasiswa untuk merefleksikan perjuangan reformasi yang tak mudah untuk dicapai,” ujar Koordinator Acara Muhammad Amiruddin, Rabu (19/6/2024).
Kegiatan ini diisi sejumlah acara seperti teatrikal dan diskusi publik. Dalam teatrikal, hadir sejumlah komunitas teater dan Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Surabaya.
“Kami mengupayakan seluruh elemen yang terlibat dalam isu ini bisa sama-sama sadar bahwa pasca reformasi, bangsa ini masih punya pekerjaan rumah atau PR besar, yakni penegakan HAM,” kata Amiruddin.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Reformaday Aditya Sukisno menambahkan, refleksi reformasi dan freedom of speech menjadi tema besar dalam diskusi publik. Ia menilai, hal ini penting untuk menatap masa depan HAM.
Dalam diskusi itu, BEM FH Unair mengundang perwakilan LBH, Ahli Hukum Syaiful Aris, Aktivis HAM Haris Azhar hingga Wakil Kejaksaan Tinggi untuk memberikan pandangan dan pengetahuannya.
Sedangkan Presiden BEM FH Unair Dito Zuhdi menyebut bahwa reformasi merupakan perjuangan penting dalam sejarah Indonesia. Perjuangan ini dimulai dengan tujuan menghapus korupsi, kolusi, nepotisme, dan kroni yang telah menjadi masalah besar di negeri ini.
Menurutnya, reformasi juga untuk meningkatkan kualitas pemerintahan dan memperbaiki sistem politik yang degress. Harapannya, Reformaday bukan hanya untuk memperingati reformasi, tapi juga mengawal penegakan HAM dan mewujudkan cita-cita reformasi.
“Tidak hanya oleh mahasiswa Fakultas Hukum Unair, tetapi mengajak seluruh elemen mahasiswa hingga seluruh masyarakat yang ada,” tandas Dito. [ipl/beq]






