Bojonegoro (beritajatim.com) – Gemerlap ratusan lampu minyak tradisional atau ublik menghiasi sepanjang Jalan Kampung Kyai Sulaiman, Kelurahan Klangon, Kabupaten Bojonegoro, pada malam takbiran Iduladha, Selasa (26/5/2026).
Cahaya temaram yang berjajar rapi di depan rumah warga menciptakan suasana hangat, syahdu, sekaligus penuh kebersamaan.
Tradisi menyalakan ublik tersebut telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari penyambutan Hari Raya Iduladha. Di tengah perkembangan zaman dan gemerlap lampu modern, warga Kelurahan Klangon tetap mempertahankan tradisi sederhana yang sarat makna itu.
Sejak usai salat magrib, warga mulai menata dan menyalakan ublik di sepanjang jalan kampung. Pemandangan malam yang biasanya gelap berubah menjadi lautan cahaya kecil yang memancarkan nuansa khas pedesaan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak larut menikmati momen malam takbiran dengan penuh sukacita.
Tak sedikit warga yang duduk bersama keluarga maupun tetangga di depan rumah sambil menikmati suasana kampung yang berbeda dari biasanya. Kehangatan kebersamaan begitu terasa di bawah cahaya lampu minyak yang berkelap-kelip diterpa angin malam.
“Kami ingin tradisi ini tetap lestari dan dikenal generasi muda. Selain memperindah kampung, suasananya juga terasa lebih hangat dan khusyuk saat malam takbiran,” ujar Fafan, salah seorang warga.
Keindahan ratusan ublik yang menyala serempak itu pun menarik perhatian pengguna jalan dan warga dari luar desa. Banyak di antara mereka sengaja berhenti untuk mengabadikan suasana unik Kampung Kyai Sulaiman yang dipenuhi cahaya lampu minyak tradisional.
Tradisi sederhana tersebut menjadi bukti bahwa semangat menyambut hari raya tak selalu identik dengan kemeriahan modern. Melalui nyala ublik, warga Klangon menghadirkan pesan tentang pentingnya kebersamaan, gotong royong, dan menjaga warisan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (lim/kun)






