Jember (beritajatim.com) – Ratusan keluarga di tiga desa Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terdampak banjir setinggi kurang lebih 50-100 centimeter, Jumat (29/11/2024).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember, 34 keluarga di Desa Andongrejo, 213 keluarga di Desa Curahnongko, dan 42 keluarga di Desa Wonoasri terdampak banjir. Sebanyak 42 orang di antaranya adalah lansia, 19 balita, dan satu ibu hamil.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Penta Satria mengatakan, banjir diawali hujan dengan intensitas sedang dan lebat pada pukul dua siang, Kamis (28/11/2024). Hujan berintensitas tinggi terjadi hingga pukul tujuh malam di wilayah Kecamatan Tempurejo.
“Sekitar Pukul 23.00 WIB, curah hujan semakin meningkat, sehingga mengakibatkan banjir. Air membanjiri halaman dan jalan desa dengan ketinggian air 50 cm – 1 meter dan air mulai memasuki dalam rumah warga dengan ketinggian rata-rata 50 centimeter,” kata Penta.
Dua dinas langsung bergerak. Dinas Sosial menyiapkan dapur umum di Balai Desa Wonoasri. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga membersihkan aliran sungai yang dihambat barongan atau tumpukan kayu.
Saat ini warga yang terdampak banjir mengungsi di rumah tetangga terdekat. “Kami belum mendirikan tenda pengungsi,” kata Penta.
Banjir di Desa Andongrejo sudah surut, sehingga sisa-sisa sampah akibat banjir bisa dibersihkan. Begitu juga di Curahnongko, warga mulai bergotong rotong membersihkan rumah masing-masing. Sementara itu di Wonoasri, banjir belum sepenuhnya surut.
BPBD Jember sendiri mewaspadai banjir susulan, karena sehari ini hujan masih mengguyur. “Kami mengimbau masyarakat untuk waspada cuaca ekstrem,” kata Penta. [wir]






