Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 700 ikan koi dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kontes di Kota Blitar, Minggu (7/7/2024). Secara keseluruhan ada 21 jenis ikan koi yang dikonteskan dalam piala Wali Kota Blitar ini.
Ratusan ikan koi ini berasal dari 60 klub yang ada di Indonesia. Mereka datang jauh-jauh dari daerahnya masing-masing bisa mengadu kecantikan dan keindahan dari warna ikan koi nya.
“Di sini ada lima kategori yang dipertandingkan A-B-C-D-E kalau penilaiannya yang sama seperti di lomba-lomba yang lain mulai dari warna bukan cuman warna bentuk ukuran tubuh,” kata Kholid Firdaus, Ketua Panitia Kontes Koi Piala Wali Kota Blitar.
Kontes ikan koi ini merupakan agenda rutin yang selalu digelar setiap tahunnya. Kegiatan ini sengaja digelar sebagai wadah silaturahmi para pecinta ikan koi yang ada di Indonesia.
Selain itu kegiatan ini juga ditujukan untuk mengenalkan kepada masyarakat luas bahwasanya Kota Blitar adalah salah satu sentra koi terbesar di Indonesia. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini perekonomian peternak ikan koi bisa semakin meningkat.
“Para peserta inikan tergabung dalam Asosiasi Pecinta Koi Indonesia jadi sudah tahu bagaimana kriteria penjuriannya,” imbuhnya.
Hadiah yang disiapkan untuk para pemenang kontes koi ini juga tidak tanggung-tanggung. Total ada uang belasan juta rupiah yang akan diberikan kepada pemenang lomba.
Kontes ikan koi ini pun disambut baik oleh para peternak. Para peternak menganggap acara ini sebagai wadah untuk mengenalkan hasil budidaya ikan koinya selama ini.
Sehingga harapannya ikan koi dari para peternak di seluruh Indonesia ini bisa dikenal luas bukan hanya masyarakat lokal namun juga tembus ke luar negeri.
“Ini sangat baik ya sebagai wadah promosi dan menunjukkan kualitas ikan koi yang kita budidayakan dengan begitu kan kita bisa dapat sertifikat dan bisa menunjukkan bahwa ikan koi budaya kita ini memiliki daya saing dan nilai jual yang tinggi,” kata Rully Kencana, peserta.
Setiap peserta pun berharap ikan koi nya bisa keluar sebagai juara. Bukan hanya uang yang diharapkan namun juga sertifikat untuk meningkatkan daya jual ikan koi hasil budidaya para peternak. (owi/ted)






