Jombang (beritajatim.com) – Kabupaten Jombang sedang menulis babak baru dalam sejarah pemberdayaan ekonomi desa. Pertengahan Mei 2025, geliat perubahan itu terasa nyata: sebanyak 280 desa telah rampung menggelar musyawarah desa khusus (musdesus) untuk membentuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Sebuah langkah ambisius untuk memperkuat perekonomian dari akar rumput.
Dengan rampungnya 280 desa, berarti masih ada 23 desa yang tersisa. “Itu terhitung pada Minggu (11/5/2025) kemarin. Kita pastikan seluruh musdesus akan tuntas pada Mei ini,” ujar Gatut Wijaya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Jombang.
Sebanyak 23 desa yang tersisa tersebar di sejumlah kecamatan dan sebenarnya telah mengajukan pelaksanaan musdesus. Namun, karena kondisi tiap desa berbeda, tinggal menunggu giliran sesuai waktu yang pas. Koordinasi pun terus digalakkan, terutama dengan para koordinator LPM desa yang menjadi garda terdepan dalam pengorganisasian masyarakat.
Setelah proses musdesus selesai, babak berikutnya menanti: pelantikan pengurus dan pengawas Kopdes Merah Putih. Tahapan ini akan dimulai pada 19 Mei, diawali dari dua kecamatan, yaitu Perak dan Ngusikan. Agar efisien, pelantikan akan dilakukan terpusat di tiap kecamatan dan ditarget rampung pada 5 Juni.
“Pelantikan satu kecamatan, bukan per desa. Karena selain pelantikan, ada pembekalan dasar dan pelatihan keuangan koperasi. Kalau dilakukan satu per satu, SDM kami tidak akan cukup,” terang Gatut.
Namun perjalanan Kopdes Merah Putih tak berhenti di situ. Setelah pelantikan, para pengurus dan pengawas akan langsung didampingi untuk mulai membentuk unit usaha koperasi di masing-masing desa. Meski jadwal pastinya belum ditentukan, Dinkop UM telah bersiap melakukan pendampingan secara intensif.
Lantas, bagaimana soal suntikan modal miliaran rupiah yang ramai diperbincangkan? Gatut belum bisa memberi kepastian. “Belum sampai ke sana. Sampai saat ini kami belum menerima petunjuk teknis atau regulasi resmi dari pusat maupun provinsi,” ungkapnya.
Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah membangun fondasi yang kokoh. Kelembagaan disiapkan, struktur dikukuhkan, dan kemampuan SDM ditingkatkan. Soal anggaran, biarlah menyusul kemudian, asal pondasinya benar-benar kuat.
Dari ujung timur ke barat, dari lereng pegunungan hingga dataran agraris, Jombang sedang bersiap menjadi model percontohan koperasi desa berbasis pemberdayaan masyarakat. Kopdes Merah Putih bukan sekadar koperasi, melainkan lambang tekad membangun Indonesia dari desa. Dan langkah besar itu kini tengah berdenyut dari tanah kelahiran para tokoh besar bangsa. [suf]






