Sumenep (beritajatim.com) – Pembentukan Koperasi Merah Putih Desa/ Kelurahan di Kabupaten Sumenep mulai dikebut. Koperasi yang menjadi program unggulan di masa pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto itu ditargetkan tuntas 4 Juli 2025.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, M. Ramli menjelaskan, untuk Kabupaten Sumenep akan dibentuk 334 Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih. Pembentukan koperasi tersebut sudah bergulir sejak 5 Mei. Ditargetkan akan tuntas pada 4 Juli 2025.
“Untuk launching Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih akan dilakukan pada 12 Juli 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi,” katanya, Kamis (15/05/2025).
Ia menjelaskan, untuk pembentukan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih tersebut, Pemkab telah melakukan sosialisasi ke semua Camat, Kepala Desa, dan pihak-pihak terkait dengan mendatangkan nara sumber dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Pembentukan koperasi tersebut melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) Sesuai amanat regulasi, pelaksanaan Musdessus dihadiri minimal 3 unsur, yakni dari Pemerintahan Desa, BPD, dan unsur masyarakat lainnya seperti PKK, BUMdes, kelompok tani, tokoh masyarakat dan tokoh agama.
“Musdessus itu juga dihadiri OPD Teknis. Di Musdessus itu harus disepakati untuk nama tidak boleh dirubah yakni Koperasi Desa/ Kelurahan menggunakan nama desa atau kelurahan, kemudian nama kecamatannya,” paparnya.
Kemudian di koperasi itu juga harus ada pengurus dan pengawas. Syaratnya, antar pengurus dan pengawas tidak boleh ada hubungan sedarah.
“Nantinya Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih itu akan dicatatkan di Notaris. Biaya pencatatan itu akan ditanggung APBD Provinsi dan Daerah,” terangnya.
Ramli menambahkan, Koperasi Merah Putih itu dirancang untuk menjadi motor penggerak ekonomi desa berbasis potensi lokal. Sektor-sektor unggulan seperti pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi fokus utama.
“Tiap desa diharapkan mampu mengembangkan koperasi sesuai dengan karakteristik dan kekayaan sumber daya alamnya masing-masing,” pungkasnya. [tem/aje]






