Probolinggo (beritajatim.com) – Rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Kota Probolinggo dan LSM Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) berlangsung pana. Suasana hampir ricuh setelah isu perjudian sabung ayam mencuat dalam pembahasan.
Awalnya, rapat yang digelar Komisi I DPRD berjalan normal. Namun, tensi meningkat saat Ketua Komisi I, Ida Junaidah (Fraksi PDI Perjuangan), dan Amir Mahmud (Fraksi Golkar) berdebat sengit dengan Ketua LSM GMPK, Solehudin.
Perdebatan berlangsung keras hingga suara meninggi dan meja hampir terbanting. Beberapa peserta rapat bahkan harus menenangkan Solehudin yang terlihat emosional.
Rapat sempat dihentikan sejenak untuk meredakan ketegangan. Setelah situasi lebih kondusif, agenda kembali dilanjutkan.
Dalam keterangannya, Solehudin menyebut kehadiran GMPK untuk menyalurkan keresahan masyarakat. Ia menyoroti dua arena sabung ayam di Kelurahan Wirborang dan Kebonsari Wetan yang disebut dibiarkan aparat.
“Kami sudah melapor ke pihak berwajib, tapi tidak ada hasil. Bahkan ada indikasi oknum ikut bermain dalam praktik ini,” tegasnya.
Ia mendesak DPRD agar bersikap tegas sebagai wakil rakyat. “Jangan diam, karena diam berarti membiarkan perjudian merajalela,” tambahnya.
Solehudin juga mewanti-wanti, jika aspirasinya diabaikan, pihaknya bersama masyarakat dan ulama akan turun ke jalan menggelar aksi besar.
Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo, Zainul Fathoni (Fraksi PPP), memastikan hasil RDP akan dituangkan dalam rekomendasi resmi. Menurutnya, ada dua poin yang jadi perhatian utama.
“Pertama, perlu pembinaan masyarakat dengan melibatkan RT/RW, LPM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Polisi RW, serta tokoh masyarakat. Kedua, pemkot harus sigap merespons laporan warga agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tegasnya.
Meski sempat diwarnai ketegangan, rapat akhirnya ditutup dengan damai. Kedua pihak berjabat tangan dan berkomitmen mengawal persoalan judi sabung ayam hingga tuntas. (ada/kun)






