Kediri (beritajatim.com) – Randel Fredericky, atlet karate asal Kediri, kembali mengukir prestasi di dunia olahraga dengan keberangkatannya mewakili Indonesia pada ajang bergengsi World Karate Federation (WKF) Karate 1 Series A yang akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada Oktober mendatang.
Pemuda berusia 23 tahun ini menjadi salah satu dari delapan atlet dari Jawa Timur yang berhasil lolos untuk tampil di level internasional tersebut.
Meski sudah berpengalaman dalam ajang internasional, Ricky, sapaan akrabnya, mengaku terus berlatih dengan serius untuk mencapai hasil terbaik. Selama satu bulan terakhir, ia meluangkan waktu setiap hari untuk berlatih, kecuali hari Sabtu, di bawah arahan pelatih dari perwakilan Inkanas.
“Intensnya satu bulan ini, pelatihnya dari perwakilan Inkanas langsung,” ujarnya, menggambarkan dedikasi dan usaha kerasnya menjelang kejuaraan, Minggu (24/8/2025).
Perjalanan Ricky dalam dunia karate dimulai sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD, ketika sang ayah yang juga seorang pelatih karate, menyarankannya untuk menekuni olahraga beladiri tersebut.
“Awal ikut karate itu dari kelas 4 SD, disuruh sama ayah. Tapi makin dijalani, jadi makin suka sampe sekarang,” kenangnya dengan senyuman, menuturkan bagaimana kecintaannya pada karate tumbuh seiring berjalannya waktu.
Saat ini, Ricky tidak hanya aktif dalam meraih prestasi pribadi, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan dunia karate di daerahnya. Ia mendirikan Dojo Champions, sebuah klub karate yang ia kelola, dan turut melatih atlet-atlet muda di bawah naungan Forki Kabupaten Kediri.
Salah satu fokus utamanya adalah mempersiapkan kontingen karate Kabupaten Kediri untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.
Meski sibuk melatih, Ricky tetap menunjukkan konsistensinya dalam meraih prestasi. Salah satu pencapaian besar yang diraihnya adalah medali perak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh. Capaian ini menjadi bukti ketekunan dan dedikasinya dalam dunia karate.
“Yang penting semangat terus, jangan pernah berhenti, tetap konsisten. Maksimal apa yang dikasih sama pelatih, terus harus punya target,” pesan Ricky, yang berharap perjuangannya bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya atlet karate di Kediri dan Jawa Timur. [nm/suf]






