Gresik (beritajatim.com) – Bisnis usaha es kristal, atau ice tube mulai menjamur. Peluang ini langsung ditangkap oleh anak perusahaan Petrokimia Gresik melalui Koperasi Konsumen Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG). Koperasi terbesar tersebut, memulai pembangunan pabrik ice tube di Kawasan Industri Gresik (KIG).
Proyek ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo didampingi Ketua Pengurus K3PG, Awang Djohan Bachtiar.
“Kami mengapresiasi K3PG dengan melakukan strategi hilirisasi yang dijalankan melalui pendirian pabrik ice tube. Harapannya pabrik ini nanti mampu memberikan kesejahteraan bagi anggotanya,” ujarnya, Jumat (8/03/2024).
Dwi Satryo Annurogo menjelaskan dulu pendirian pabrik ice tube ini pernah dipikirkan. Namun, baru sekarang bisa direalisasikan. Ini juga bagian dari strategi hilirisasi.
Sementara Ketua K3PG Awang Djohan Bachtiar menyatakan pembangunan pabrik ice tube ini merupakan salah satu strategi hilirisasi produk yang dijalankan K3PG. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan bagi anggota.
“Produk ini nantinya kami labeli dengan merek Cezz. Kami hadirkan dengan mengoptimalkan produksi AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) yang telah dijalankan K3PG sebelumnya. Melalui produk ice tube ini akan mendapatkan margin dan revenue lebih besar lagi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini ice tube lebih populer dan menjadi pilihan konsumen, karena lebih simpel dibandingkan es balok. Permintaan setiap harinya cukup besar, termasuk di Gresik yang memiliki banyak tempat usaha makanan dan minuman.
“Hasil survei tim K3PG ke beberapa pabrik ice tube di Jawa Timur, produksinya masih sangat terbatas dan belum memenuhi semua permintaan.Kami mempunyai sumber daya yang dibutuhkan untuk memproduksi ice tube, dengan cara hilirisasi dari produksi AMDK,” imbuhnya.
Sesuai plann-nya pabrik ice tube K3PG ditargetkan berproduksi perdana pada tanggal 13 Agustus 2024. Adapun total kapasitas produksinya mencapai 10 ton ice tube per hari. [dny/ian]






