Surabaya (beritajatim.com) – Puasa merupakan salah satu kewajiban bagi umat muslim di seluruh dunia selama bulan Ramadhan. Seperti halnya menjalankan sholat lima waktu dalam sehari, berpuasa juga dianggap sebagai suatu kewajiban yang harus dilakukan.
Namun, bagaimana jika ada seorang muslim yang tetap menjalankan puasa namun tidak menjalankan sholat? Apakah puasanya masih sah?
Masalah ini menjadi perdebatan di kalangan para ulama. Ada yang berpendapat bahwa puasa akan menjadi batal jika tidak menjalankan sholat, namun ada juga yang menyatakan bahwa puasa tetap sah.
Namun, perlu diingat bahwa sah atau tidaknya suatu perbuatan, termasuk puasa dan sholat, hanya Allah SWT yang menilainya.
Baca Juga: Apakah Masturbasi atau Onani Membatalkan Puasa? Simak Hukumnya dalam Islam
Secara prinsip, meninggalkan sholat dan puasa merupakan dosa besar. Beberapa ulama bahkan menyatakan bahwa dosa yang dilakukan di bulan Ramadhan akan berlipat ganda, termasuk meninggalkan sholat fardhu.
Sebelum memutuskan apakah puasa tersebut sah atau tidak, penting untuk mencari tahu terlebih dahulu penyebab mengapa seseorang meninggalkan sholat. Dalam hal ini, perlu ada pemahaman bahwa menjalankan sholat juga merupakan kewajiban bagi umat muslim dan tidak dapat diabaikan begitu saja.
Ada dua alasan yang melatarbelakangi seseorang yang tidak menjalankan sholat, yaitu malas dan mengingkari kewajiban sebagai seorang muslim.
Jika seseorang tidak menjalankan sholat karena malas, maka orang tersebut masih dianggap sebagai seorang muslim dan puasanya tidak batal. Namun, nilai pahala dari puasanya akan berkurang dibandingkan dengan orang yang menjalankan puasa dan sholat fardhu.
Namun, jika seseorang tidak menjalankan sholat karena mengingkari kewajiban sebagai seorang muslim, maka orang tersebut dihukumi murtad. Dalam hal ini, puasanya menjadi batal dan tidak dianggap sebagai kewajiban untuk mengqadha puasa.
Baca Juga: Jarang Disadari, Inilah 7 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh
Perlu diingat bahwa puasa hanya diperintahkan oleh Allah SWT untuk umat muslim saja. Dan murtad sendiri merupakan salah satu hal yang membatalkan puasa. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, menjalankan sholat dan puasa merupakan suatu kewajiban yang tidak dapat diabaikan begitu saja.
Buya Yahya, seorang ulama yang terkenal, memberikan penjelasan mengenai pertanyaan tersebut di kanal YouTube Al Bahjah TV. Menurutnya, kita seharusnya mendoakan orang tersebut agar berkat puasanya bisa membuatnya lebih sempurna dalam mengerjakan sholat.
Buya Yahya menambahkan bahwa perbuatan tersebut tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan sholat dan puasa sama sekali. Bahkan ada juga orang yang rajin mengerjakan sholat lima waktu namun tidak pernah melakukan puasa.
Baca Juga: 7 Resep Menu Buka Puasa yang Sederhana dan Mudah Dibuat
Namun, sebagai manusia, tidak ada yang sempurna dalam mengerjakan ibadah kepada Allah SWT. Oleh karena itu, kita tidak boleh langsung menghakimi bahwa puasa mereka tidak sah. Diterima atau tidaknya suatu amal tersebut merupakan hak penuh dari Allah SWT, dan sebagai sesama muslim, kita seharusnya hanya mendoakan agar mereka bisa menjadi lebih baik di masa depan.
Demikianlah penjelasan mengenai hukum sah tidaknya seseorang yang berpuasa tapi tidak melaksanakan sholat menurut Buya Yahya. (ian)






