Surabaya (beritajatim.com) – Datangnya bulan Ramadan tentu sangat dinanti-nantikan oleh kaum muslim. Karena tak hanya dapat menambah keberkahan serta nilai ibadah berlipat, namun juga bisa mengolah diri menjadi lebih sabar dan ikhlas.
Meski begitu, sebagian dari mereka justru kerap gagal dalam menahan diri dari nafsu hati sekaligus pikiran. Kebanyakan dari mereka justru memilih membatalkan puasa karena tak tahan lapar dan haus.
Sebenarnya ada beragam cara ampuh agar puasa bisa lancar sampai adzan magrib atau waktu berbuka, di antaranya;
Tidak meninggalkan sahur
Seseorang yang meninggalkan kesempatan sahur tentu akan lebih mudah lapar dan haus, bahkan sebelum siang hari badan cenderung merasa sangat lemas dan tak bertenaga. Tak ayal jika mereka yang berniat untuk berpuasa, disarankan untuk makan saat sahur.
Konsumsi suplemen atau vitamin
Memasuki waktu sahur sebaiknya tidak diisi dengan makan makanan bernutrisi saja, melainkan perlu untuk mengonsumsi suplemen atau vitamin. Tentu saja hal ini bertujuan agar daya tahan tubuh tetap terjaga, terlebih saat puasa.
Hindari kegiatan yang menguras tenaga berlebih
Orang yang berpuasa hendaknya menghindari aktivitas-aktivitas fisik berlebihan. Terlebih jika ada tuntutan pekerjaan atau karena hal mendesak. Kegiatan yang menguras tenaga tentu dapat membuat badan jadi mudah lemas, lapar, dan juga haus.
Hal inilah yang kemudian membuat orang menjadi ragu untuk meneruskan puasanya hingga selesai. Karena merasa sudah tidak bisa menahannya lagi.
Hindari kegiatan tidak berfaedah dan perbanyak ibadah
Ketika seseorang puasa, seseorang cenderung bermalas-malasan. Biasanya hal itu dilakukannya dengan alasan takut lelah dan jadi lebih mudah diterpa godaan.
Padahal tidak semua aktivitas dapat memberikan dampak demikian. Justru di bulan nan suci, saatnya seseorang memperbaiki diri dengan mengurangi kegiatan tidak berfaedah serta memperbanyak ibadah, seperti membersihkan kamar, mengaji, bershalawat, atau menunaikan salat sunnah.
Tanamkan dalam diri bahwa jika gagal akan menyesal
Dalam banyak kasus, seseorang yang tak dapat menahan diri untuk membatalkan puasa, biasanya justru akan berakhir dengan penyesalan.
Terlebih sebenarnya ia masih kuat untuk menahannya, namun karena penasaran atau ikut-ikutan, jadi memilih untuk membatalkannya dengan sengaja. (fyi/ian)






