Iklan Banner Sukun
Ragam

Content Creator Wajib Paham Tentang Hak Kekayaan Intelektual, Bisa Kena Denda Ratusan Juta

Ilustrasi Pentingnya Pemahaman Tentang HAKI. (Sumber: Unsplash/Scott Graham)

(Surabaya, beritajatim.com) – Keunikan dari Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya dan suku, tanpa disadari mampu memunculkan banyak talenta khususnya pada industri kreatif.

Jika dipantau, kreativitas dari masyarakat Indonesia tentu saja tidak perlu ragukan lagi. Hampir setiap waktu kita menemukan berbagai konten menarik dari bidang beragam.

Tentu saja, ide kreatif yang berlimpah ini menjadi sumber daya tanpa batas dengan nilai ekonomi tinggi. Maka dari itu, penting untuk content creator paham tentang pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Secara umum, HKI berarti hak mendapatkan perlindungan dalam ranah hukum atas kekayaan intelektual berdasarkan peraturan perundang-undangan seperti hak paten, merek, desain industri, hak cipta, indikasi geografis, rahasia dagang, dan Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLST).

Dengan pahamnya, para content creator tentang pentingnya HKI akan lebih aman menjaga keorisinilan ide. Selain itu, Hak Kekayaan Intelektual dapat dijadikan sebagai perlindungan terhadap ide para pelaku industri kreatif.

Ketika kita mendaftarkan “ide” pada HKI, maka resiko diklaim orang lain akan berkurang. Bahkan jika kena klaim, pemilik bisa menuntut kita royalti yang cukup besar sampai ratusan juta rupiah.

Bukan hanya itu, dengan adanya HKI dapat dijadikan sumber peningkatan penghasilan khususnya para ekonomi kreatif. Jadi, ketika suatu ide mendapatkan HKI, saat digunakan oleh orang lain, maka pemegang hak berhak mendapatkan royalti atas kepemilikan ide.

Secara tidak langsung, produk atau ide yang didaftarkan dalam Hak Kekayaan Intelektual mampu memberikan manfaat ekonomi untuk pencipta, kreator, pendesain, bahkan investor.

Apalagi di era digitalisasi ini tentu saja penting untuk memahami tentang HKI di tengah sehingga harapannya dapat dipahami dengan baik oleh para pelaku ekonomi kreatif.

Di samping itu, masifnya penggunaan media sosial besar kemungkinan akan menutupi ide kreatif menjadi viral bahkan berpotensi mengalami pencurian ide.

Sebelum hal itu terjadi, maka lebih baik cegah klaim atas produk, merek atau ide kreatif dari pihak-pihak lain dengan memanfaatkan situasi, para pelaku ekonomi kreatif sebaiknya mendaftarkannya ke HKI.

Hal penting lainnya dari kepemilikan HKI akan berpengaruh supaya produk mudah masuk pada pasar global. Jika produk tidak memiliki Hak Kekayaan Intelektual, maka produk berpotensi dikembalikan atau dianggap melanggar merek dagang, karena tak ada perlindungan rahasia dagang. (PRD/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar