Ponorogo (beritajatim.com) – Akses warga antar desa di sejumlah wilayah Ponorogo berpeluang semakin terbuka. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Bumi Reog, tampaknya belum berhenti. Kodim 0802/Ponorogo mulai memetakan kebutuhan pembangunan Jembatan Perintis Garuda berikutnya. Yakni dengan meninjau 4 lokasi yang diproyeksikan menjadi sasaran program strategis pemerintah. Sebab, lokasi-lokasi itu, dinilai membutuhkan akses penghubung baru.
Peninjauan tersebut dilakukan langsung oleh Komandan Kodim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra, bersama Pasiter dan Danunit Intel Kodim 0802/Ponorogo beberapa hari lalu. Survei dilakukan untuk melihat kondisi riil di lapangan. Selain itu, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur penghubung antarwilayah.
Keempat titik yang dikunjungi itu, tersebar di beberapa kecamatan dengan karakteristik kebutuhan yang berbeda. Namun, seluruhnya memiliki tujuan yang sama, yakni memperlancar mobilitas warga serta memperkuat konektivitas antar desa dan dusun.
“Kami tinjau lagi 4 lokasi yang akan diproyeksikan pembangunan Jembatan Perintis Garuda berikutnya,” kata Komandan Kodim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra, Rabu (3/6/2026).
Lokasi pertama berada di Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo. Jembatan yang direncanakan dibangun, nantinya akan menjadi penghubung antara Desa Nambangrejo dan Kelurahan Pinggirsari. Di mana selama ini, jalur itu menjadi lalu lalang aktivitas masyarakat.
Titik kedua berada di Desa Tanjunggunung, Kecamatan Badegan. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menghubungkan Desa Tanjunggunung dengan Desa Karangjoho. Sehingga akses warga menuju pusat aktivitas ekonomi maupun layanan publik menjadi lebih mudah.
Sementara itu, lokasi ketiga berada di Desa Nambak, Kecamatan Mlarak. Jembatan yang diusulkan akan menghubungkan Dusun Krobok dan Dusun Masaran yang selama ini terpisahkan oleh kondisi geografis setempat.
Adapun lokasi keempat berada di Desa Nglumpang, Kecamatan Mlarak. Jembatan tersebut direncanakan menjadi penghubung antara Desa Nglumpang dengan Dusun Malo, Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis.
Survei 4 titik tersebut dilakukan setelah program Jembatan Perintis Garuda tahap III tahun 2026 di Ponorogo berhasil diselesaikan. Sebanyak 4 jembatan yang dibangun melalui kolaborasi TNI dan masyarakat telah rampung 100 persen dan kini mulai dimanfaatkan warga.
“Sebanyak 4 Jembatan Perintis Garuda tahap III tahun 2026 yang dibangun melalui kolaborasi TNI dan masyarakat telah rampung 100 persen,” katanya.
Keempat jembatan yang telah selesai dibangun berada di Desa/Kecamatan Bungkal, Desa Maguwan Kecamatan Sambit, Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon, serta Desa Ngloning Kecamatan Slahung. Kehadiran jembatan tersebut dinilai mampu membuka akses transportasi yang sebelumnya menjadi kendala bagi masyarakat. (end/but)






