Surabaya (beritajatim.com) — Jember tidak hanya dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau terbesar di Indonesia. Kabupaten yang berada di wilayah timur Pulau Jawa ini juga memiliki kekayaan budaya yang unik dan terus menjadi daya tarik wisata. Berbagai tradisi, festival, hingga seni pertunjukan khas Jember mampu menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya, baik dari dalam maupun luar negeri.
Berikut sejumlah budaya khas Jember yang patut dikenal dan menjadi magnet wisata daerah.
1. Jember Fashion Carnaval (JFC)
Ketika berbicara tentang budaya dan pariwisata Jember, nama Jember Fashion Carnaval (JFC) hampir selalu menjadi yang pertama disebut. Karnaval busana spektakuler bertaraf internasional ini telah menjadi ikon daerah sekaligus salah satu event terbesar di Indonesia.
JFC menampilkan parade kostum megah dengan desain kreatif yang terinspirasi dari berbagai tema budaya, sejarah, lingkungan, hingga peradaban dunia. Para peserta berjalan di sepanjang jalan utama kota layaknya peragaan busana raksasa di ruang terbuka.
2. Arak-Arakan Pegon
Budaya khas Jember berikutnya adalah Arak-Arakan Pegon. Tradisi ini biasanya digelar sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen maupun perayaan tertentu.
Dalam prosesi ini, warga membawa berbagai hasil bumi yang disusun menyerupai gunungan atau bentuk-bentuk artistik lainnya. Arak-arakan kemudian diiringi oleh musik tradisional, kesenian daerah, dan partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan.
3. Parade Ancak Agung
Parade Ancak Agung merupakan salah satu tradisi budaya yang sarat makna. Ancak sendiri merupakan wadah besar yang dihias dan diisi dengan berbagai hasil pertanian, makanan tradisional, serta produk unggulan masyarakat.
Dalam parade ini, ancak diarak oleh warga sebagai simbol rasa syukur atas rezeki dan kemakmuran yang diberikan Tuhan. Setelah prosesi selesai, isi ancak biasanya dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kebersamaan dan gotong royong.
4. Ta’butaan
Ta’butaan merupakan salah satu kesenian tradisional khas Jember yang masih dilestarikan hingga saat ini. Pertunjukan ini umumnya menampilkan unsur seni, musik, serta gerakan khas yang menggambarkan kehidupan masyarakat setempat.
Selain menjadi hiburan rakyat, Ta’butaan juga memiliki nilai historis dan filosofis yang diwariskan secara turun-temurun. Kesenian ini sering ditampilkan dalam berbagai acara budaya, festival daerah, maupun peringatan hari-hari besar tertentu.
5. Tari Lahbako
Tari Lahbako menjadi salah satu ikon seni pertunjukan Jember yang sangat khas. Nama “Lahbako” berasal dari kata “bako” yang berarti tembakau, komoditas unggulan yang telah lama menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Jember.
Gerakan tari ini menggambarkan aktivitas petani mulai dari menanam, merawat, hingga memanen tembakau. Para penari tampil dengan kostum berwarna cerah yang mencerminkan semangat dan keseharian masyarakat agraris. (fyi/kun)






