Surabaya (beritajatim.com) — Kasus campak kembali menjadi perhatian para tenaga kesehatan di Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini masih ditemukan di berbagai daerah dan kerap dianggap sebagai penyakit biasa yang akan sembuh dengan sendirinya.
Padahal, campak merupakan salah satu penyakit menular paling cepat di dunia dan dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak, lansia, serta individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, , mengingatkan bahwa tingkat penularan campak sangat tinggi dibandingkan banyak penyakit infeksi lainnya.
“Dengan satu orang (terkena penyakit Campak) itu bisa menularkan ke 12–18 orang di sekitarnya. Masa penularannya juga lama, sejak empat hari sebelum ruam merah muncul hingga empat hari setelahnya,” jelas dr. Adam Prabata.
Penularan Penyakit Campak
Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus measles. Penularannya terjadi melalui droplet atau percikan cairan yang keluar dari hidung dan mulut saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Virus ini dapat menyebar dengan sangat cepat, terutama di tempat-tempat yang ramai dan memiliki interaksi antarmanusia yang tinggi.
Risiko penularan semakin besar ketika seseorang berada dalam ruangan tertutup bersama penderita campak. Tak hanya itu, kontak langsung dengan penderita juga dapat meningkatkan peluang tertular penyakit ini.
Lingkungan seperti sekolah, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, transportasi umum, hingga konser musik menjadi lokasi yang berpotensi mempercepat penyebaran campak apabila terdapat individu yang terinfeksi dan masih beraktivitas di ruang publik.
Karena sifatnya yang sangat menular, para ahli kesehatan menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah saat mengalami gejala yang mengarah pada campak.
Kenali Gejala Awal Campak
Salah satu tantangan dalam mencegah penyebaran campak adalah gejala awalnya yang sering kali menyerupai flu biasa. Pada tahap awal, penderita umumnya mengalami batuk, pilek, sakit tenggorokan, serta rasa tidak nyaman pada tubuh.
Setelah beberapa hari, gejala biasanya berkembang menjadi demam tinggi yang dapat mencapai lebih dari 38 derajat Celsius. Selanjutnya muncul ruam merah khas yang menyebar ke berbagai bagian tubuh, diawali dari area wajah atau belakang telinga dan leher sebelum meluas ke dada, punggung, lengan, hingga kaki.
Beberapa penderita juga dapat mengalami mata merah, sensitif terhadap cahaya, serta penurunan nafsu makan. Saat gejala tersebut muncul, penderita dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan melakukan isolasi mandiri untuk mencegah penularan kepada orang lain.
Risiko yang Bisa Terjadi Akibat Campak
Meski sering dianggap sebagai penyakit masa kanak-kanak, campak bukanlah penyakit yang boleh diremehkan. Dalam sejumlah kasus, infeksi virus campak dapat menimbulkan komplikasi serius yang membahayakan kesehatan.
Komplikasi yang dapat terjadi antara lain diare berat, pneumonia atau radang paru-paru, hingga ensefalitis atau peradangan otak. Kondisi tersebut bahkan dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Para tenaga kesehatan terus mengingatkan pentingnya imunisasi sebagai langkah pencegahan paling efektif terhadap campak. Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala dan memahami bahaya campak menjadi kunci untuk menekan penyebaran penyakit ini. [fyi/suf]






