Surabaya (beritajatim.com) – Jemaah haji yang akan melaksanakan wukuf di Arafah hari ini, (27/6/2023) dianjurkan untuk memperbanyak doa dan berzikir. Dalam Kitab Zadul Ma’ad, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan bahwa hari Arafah merupakan hari yang padanya terdapat waktu mustajab untuk berdoa.
Ibnu Qayyim menyebutkan, mayoritas pendapat mengatakan bahwa waktu tersebut jatuh pada saat terakhir setelah salat Ashar.
Pada waktu tersebut orang-orang yang wukuf sedang melaksanakan wukufnya yang diisi dengan doa dan tadharru’.
Dikutip dari Al-Mawardi dalam Al-Hawil Kabir, berikut doa yang sering dibaca Rasul saat wukuf di Arafah.
BACA JUGA: Indonesia Dapat Kuota Jemaah Haji Terbanyak di Dunia, Serapannya Mencapai 99,6%
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي سَمْعِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي قَلْبِي نُورًا اللَّهُمَّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَسَاوِسِ الصَّدْرِ وَمِنْ سَيِّئَاتِ الْأُمُورِ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي اللَّيْلِ وَشَرِّ مَا يَلِجُ فِي النَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ مَا تَهُبُّ بِهِ الرِّيَاحُ، وَشَرِّ بَوَائِقِ الدَّهْرِ
Lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîkalah. Lahul mulku walahul hamdu wa huaw ‘alâ kulli syai’in qadîr. Allâhummaj‘al fî sam‘î nûrâ, wa fî basharî nûrâ, wa fî qalbî nûrâ. Allâhummasyrah lî shadrî, wa yassir lî amrî. Allâhumma innî a‘ûdzu bika min wasâwisis shadri, wa min saayi’âtil umûr, wa min adzâbil qabri. Allâhumma innî a‘ûdzu bika min syarri mâ yaliju fil lail, wa syarri mâ yaliju fin nahâr, wa syarri mâ tahubbu bihir rîhu, wa syarri bawâ’iqid dahri.
Artinya, “Tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki kekuasaan dan berhak atas setiap pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Tuhanku, jadikanlah pendengaranku, penglihatanku, dan hatiku bercahaya. lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku. Aku berlindung kepada-Mu dari bisikan hati, perkara yang buruk, dan dari azab kubur. Aku juga berlindung dari kejahatan yang datang di malam hari dan siang hari. Aku berlindung dari kejahatan yang dibawa angin dan kejelekan zaman.”
Selain itu, jemaah juga dianjurkan membaca Surat Al-Hasyr sebanyak-banyaknya. Al-Mawardi dalam Al-Hawi mengatakan:
وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يُكْثِرَ مِنْ قِرَاءَةِ سُورَةِ الْحَشْرِ فَقَدْ رُوِيَ ذَلِكَ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Artinya: “Disunahkan membaca Surat Al-Hasyr sebanyak-banyaknya karena ada riwayat dari Ali bin Abu Thalib tentang hal itu.”
Al-Mawardi juga mengungkapkan agar bersungguh-sungguh dalam berdoa karena pada hari tersebut merupakan hari paling utama yang diharapkan doa dapat terkabul.
Ibnu Musayyab meriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW berkata, ‘Tidak ada hari di mana Allah SWT membebaskan hamba-Nya dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah.” (nap)






