Jember (beritajatim.com) – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Gladak Pakem di Jalan Wolter Monginsidim Sumber Salak, Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, perlu direlokasi.
“Setelah kami turun ke lapangan, memang puskesmas itu boleh dibilang tidak representatif, karena sangat kecil. Puskesmas ini tidak bisa dilkembangkan ke arah samping maupun belakang,” kata Achmad Dhafir Syah, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember, Rabu (23/7/2025).
Pengembangan infrastruktur bangunan puskesmas ke samping kanan terkendala sungai dan ke sisi kanan terkendala perumahan penduduk. Sementara pengembangan ke belakang terkendala bangunan sekolah dasar.
Satu-satunya cara adalah menambah jumlah lantai. “Di situ sudah ada dua lantai. Inii jadi kendala. untuk pemeriksaan ibu dan anak. Ketika ibu hamil harus naik tangga, ini sangat berisiko. Sudah dimodifikasi seperti apapun memang tidak bisa,” kata Dhafir.
Selain itu, wilayah operasional Puskesmas Gladak Pakem diapit dua puskesmas besar, yakni Puskesmas Sumbersari dan Puskesmas Kaliwates. “Mau tidak mau kapitasinya berbagi,” kata Dhafir.
Namun sejauh ini kapitasi Puskesmas Gladak Pakem meningkat dari Rp 70 juta menjadi Rp 105 juta setiap bulan setelah diberlakukannya program Universal Health Coverage Prioritas. “Ini berdampak juga kepada kinerja teman-teman pegawai puskesmas di lapangan,” kata Dhafir.
Menurut Dhafir, tren angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan tengkes stunting ;pada Juni 2025 mengalami penurunan. “Bahkan untuk angka kematian ibu di Puskesmas Gedok Pakem nol. Ini kami sangat mengapresiasi,” katanya.
Melihat kinerja bagus tersebut, Dhafir nerjanji akan mendiskusikan kemungkinan relokasi Puskesmas Gladak Pakem bersama Dinas Kesehatan Jember.
Sementara itu, Wakil ketua Komisi D Ahmad Rusdan juga menilai perlu perbaikan pada Puskesmas Kaliwates. “Puskesmas Kaliwates di pinggir jalan raya. Tapi kenapa kok bagian depannya tidak menghadap ke jalan. Papan namanya juga tidak terlihat,” katanya.
Selain itu, menurut Rusdan, ada tanah kosong di dekat puskesmas yang bisa dimanfaatkan untuk lahan parkir. “Itu akan menambah penghasilan dan pelayanan Puskesmas Kaliwates. Ketika tampilan puskesmas berubah, bisa jadi menambah kenyamanan pasien dan keluarganya,” katanya.
Rusdan yang berkunjung pada pukul sepuluh pagi sempat heran melihat Puskesmas Kaliwates sepi pengunjung. “Alhamdulillah, bisa jadi banyak warga yang sehat. Tapi juga harus dilihat. Ternyata siklus di Puskesmas Kaliwates kalau pagi ramai. Setelah duhur, ramai lagi,” katanya.
Kapitasi Puskesmas Kaliwates sekitar Rp 170 juta. “Kami memberi masukan agar ada inovasi pelayanan,” kata Rusdan. [wir]






