Ringkasan Berita
- Operasional SPPG Kaliwates 03 Jember disuspend usai kasus dugaan keracunan MBG.
- Puluhan siswa TK dan PAUD mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi ayam suwir bumbu kuning.
- Sampel makanan telah diuji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti.
- Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan kondisi dilaporkan membaik.
Jember (beritajatim.com) – Badan Gizi Nasional menangguhkan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliwates 03 usai muncul kasus dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa usia empat hingga tujuh tahun di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Kepala SPPG Kaliwates 03, Ahmad Farid Anam, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
“Pastinya kami sudah disuspend. Kami masih menunggu hasil lab,” kata Anam usai sidak oleh Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis Pemerintah Kabupaten Jember, Kamis (21/5/2026).
Selama ini, SPPG Kaliwates 03 mendistribusikan sekitar 2.250 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 15 sekolah di wilayah Jember.
Kasus dugaan keracunan tersebut terjadi pada Rabu (20/5/2026).
Dalam distribusi hari itu, SPPG Kaliwates 03 menyajikan ayam suwir bumbu merah untuk porsi besar yang dikonsumsi siswa kelas empat SD ke atas.
Sedangkan ayam suwir bumbu kuning diberikan untuk porsi kecil yang dikonsumsi siswa taman kanak-kanak dan pendidikan anak usia dini (PAUD).
Tidak ditemukan insiden keracunan pada siswa penerima porsi besar. Dugaan keracunan justru muncul setelah sejumlah siswa TK dan PAUD mengonsumsi ayam suwir bumbu kuning.
Beberapa sekolah yang siswanya mengalami gejala keracunan di antaranya TK Al-Hidayah 01, RA Hidayatul Mubtadin, PAUD Qur’an Raudlatul Tulab, PAUD Aster 29, dan TK Kuncup Bunga di Kecamatan Kaliwates.
Makanan tersebut didistribusikan sekitar pukul 07.30 WIB.
Akibat kejadian itu, empat anak sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Kaliwates, satu anak dirawat di Puskesmas Kaliwates, enam anak dirawat di Puskesmas Jember Kidul, dan 14 anak lainnya menjalani rawat jalan.
Seluruh korban dilaporkan telah mendapatkan penanganan medis dan kondisi kesehatannya mulai membaik.
“Kalau dari dugaan sementara, saya masih belum bisa menjawab. Yang bisa menjawab hanya dari hasil lab. Sedangkan hasil lab masih belum bisa keluar. Cuma saya minta teman-teman wartawan mungkin menunggu hasil saja. Takutnya ada fitnah,” ujar Anam.
Tim dari Laboratorium Kesehatan Daerah bersama pihak kepolisian telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan untuk dilakukan pengujian lebih lanjut.
Anam memastikan sebelum makanan MBG didistribusikan, pihaknya telah melakukan uji organoleptik oleh ahli gizi sesuai prosedur.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi dan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi makanan.
“Ke depan harapannya kami dari SPPG pasti lebih disiplin lagi. Apapun koreksi yang sudah dicanangkan dari Satgas MBG, dari KPPG, dari BGN, dari atasan kami, akan menjadi evaluasi bagi kami untuk ke depannya tidak terjadi lagi,” katanya. [wir/beq]






