Ngawi (beritajatim.com) – Kepulangan Aldento Brilian Bara Pratama ke kampung halamannya di Kabupaten Ngawi menjadi momen penuh kebanggaan bagi masyarakat Kota Ramah. Atlet Muay Thai asal Desa Sumberbening, Kecamatan Bringin, tersebut baru saja menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali perak pada ajang Sea Games Thailand 2025.
Setelah sukses mengharumkan nama Indonesia di level internasional, Aldento menyempatkan diri bersilaturahmi dan bertemu Ketua KONI Ngawi, Faisol, di Jururejo, Kota Ngawi, Kamis siang, 24 Desember 2025.
Kedatangan atlet berusia 27 tahun itu disambut antusias oleh Ketua dan jajaran pengurus KONI Ngawi. Dalam pertemuan tersebut, Aldento berbagi cerita tentang pengalaman dan perjuangannya selama mengikuti Sea Games perdananya. Ia mengaku sempat merasakan ketegangan, terutama saat harus bersaing dengan atlet tuan rumah Thailand di partai final. Namun, rasa gugup tersebut berhasil diatasi berkat persiapan mental dan dukungan dari banyak pihak.
“Ya Sea Games kemarin sebenarnya ada nerves juga, kan ini Sea Games pertama saya. Tapi ya bersyukur saya dapat mengatasinya. Dan atas doa dari semuanya, saya kalah nilai dengan atlet tuan rumah dan dapat medali perak ini,” ungkap Aldento di hadapan Ketua KONI Ngawi.
Menurut Aldento, tampil di ajang multievent internasional seperti Sea Games memberikan tekanan yang jauh lebih besar dibandingkan kejuaraan sebelumnya. Meski demikian, pengalaman tersebut justru menjadi motivasi besar baginya untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas sebagai atlet Muay Thai. Ia menyebut, capaian medali perak tersebut merupakan hasil kerja keras panjang yang tidak lepas dari doa keluarga, pelatih, dan masyarakat Ngawi.
Ketua KONI Ngawi, Faisol, menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang ditorehkan atlet asli Ngawi tersebut. Ia menilai pencapaian Aldento sebagai bukti nyata bahwa daerah mampu melahirkan atlet berkelas internasional. Faisol menegaskan bahwa Aldento merupakan aset olahraga Kabupaten Ngawi yang patut mendapat perhatian dan pembinaan berkelanjutan.
“Ya, saya sangat bangga sekali sebagai Ketua KONI Ngawi. Kebetulan atlet kita yang dari Ngawi, asli Ngawi, dari Kecamatan Bringin, bisa meraih prestasi yang luar biasa. Jadi dia bisa meraih perak di Sea Games ke-33 di Thailand,” kata Faisol.
Ia juga mengungkapkan bahwa Aldento bukan atlet biasa, karena telah menorehkan banyak prestasi di berbagai ajang nasional maupun internasional. Bahkan, sebelum tampil di Sea Games Thailand 2025, Aldento tercatat meraih medali emas di Vietnam, serta prestasi lainnya di Bangkok, Papua, dan kejuaraan tingkat Asia.
“Di samping itu, banyak prestasi dia ketika di Bangkok, di Papua, bahkan di pertandingan di Asia. Dia juga dapat medali emas waktu di Vietnam,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Faisol juga memberikan motivasi agar Aldento tidak cepat puas dengan capaian yang telah diraih. Ia berharap Aldento terus menjaga konsistensi latihan dan semangat juang demi mengharumkan nama daerah dan bangsa.
“Jadi Aldento ini merupakan atlet yang luar biasa dari Muay Thai, tapi ini atlet yang seni, seninya dari Muay Thai. Saya berharap agar Aldento pertahankan prestasi, jangan puas di sini. Teruskan perjuangan demi keluarga dan demi Kota Ngawi,” harap Faisol.
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi tersebut, Ketua KONI Ngawi juga menyerahkan reward berupa uang pembinaan kepada Aldento. Dukungan ini diharapkan mampu menjadi tambahan motivasi agar Aldento terus berprestasi di masa mendatang.
Aldento Brilian Bara Pratama sendiri diketahui turun di Cabang Olahraga Muay Thai kategori Wai Kru atau seni. Wai Kru merupakan ritual tradisional dalam Muay Thai yang dilakukan sebelum pertarungan, sebagai bentuk penghormatan kepada guru, orang tua, dan leluhur, sekaligus menjadi persiapan spiritual dan fisik bagi atlet sebelum tampil.
Prestasi Aldento di Sea Games Thailand 2025 diraih saat bertanding di Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok, pada 17 Desember 2025. Atlet kelahiran Ngawi, 30 November 1998 itu berhasil mengungguli atlet dari Filipina dan Malaysia dengan nilai 9,03, namun harus puas berada di posisi kedua setelah atlet tuan rumah yang memperoleh nilai 9,17. Meski hanya terpaut tipis, raihan tersebut menjadi medali pertama Aldento di ajang Sea Games.
Saat dihubungi terpisah melalui pesan singkat, putra dari pasangan Kukuh Sugiarto dan Iin Andriati itu mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaiannya. Ia menegaskan bahwa medali perak tersebut dipersembahkan bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk masyarakat Ngawi dan seluruh rakyat Indonesia.
“Perasaannya tentu bangga dan senang karena bisa berkontribusi untuk negara, apalagi ini merupakan Sea Games pertama saya. Medali ini untuk seluruh masyarakat Indonesia, untuk Ngawi khususnya, serta untuk saudara kita yang saat ini sedang mengalami musibah di Sumatra,” terang Aldento.
Ke depan, atlet Muay Thai andalan Ngawi tersebut menargetkan prestasi yang lebih tinggi di ajang internasional. Ia berharap masih diberikan kepercayaan untuk kembali membawa Merah Putih di kompetisi bergengsi selanjutnya.
“Untuk target, tentunya ingin mencapai prestasi yang lebih tinggi. Ya semoga saya masih mendapat kepercayaan untuk membawa Merah Putih di ajang internasional selanjutnya,” ujarnya.
Selain itu, Aldento juga menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi agar dapat memberikan perhatian dan apresiasi yang lebih besar kepada atlet-atlet berprestasi. Menurutnya, dukungan pemerintah sangat penting untuk menjaga semangat atlet dalam berlatih dan bertanding.
“Harapan saya, semoga pemerintah Kabupaten Ngawi bisa memberikan apresiasi bagi kami atlet-atlet yang sudah membawa nama bangsa. Karena sejauh ini yang saya lihat, apresiasi terhadap atlet masih kurang. Jadi semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan lagi,” pungkasnya.
Aldento juga berharap prestasi yang diraihnya mampu menjadi motivasi bagi generasi muda di Ngawi untuk terus mengembangkan potensi diri, khususnya di bidang olahraga, serta membuktikan bahwa anak daerah mampu bersaing dan berprestasi di tingkat internasional. [fiq/aje]






