Surabaya (beritajatim.com) – PT BIMA (Berkah Industri Mesin Angkat) resmi memperluas jangkauan layanannya dengan mengambil alih pengelolaan pemeliharaan peralatan pelabuhan di 23 lokasi baru di Regional 1 dan 2. Hal ini menandai perluasan signifikan wilayah operasi BIMA, dari sebelumnya 18 lokasi menjadi total 41 lokasi di seluruh Indonesia.
Peresmian perluasan layanan ini dilakukan dalam seremoni serah terima operasi transfer bisnis Perbaikan Alat Bongkar Muat (BM) oleh PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI) dan PT Prima Multi Peralatan (PMP) kepada PT BIMA, yang berlangsung di Surabaya pada 1 Juli 2024.
Direktur Utama PT BIMA, Paul July Supatrio, menyatakan optimismenya bahwa perluasan ini akan menjadi momentum penting bagi BIMA untuk terus berkembang dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan standar layanan peralatan pelabuhan yang tinggi, mengimplementasikan digitalisasi, dan menjunjung tinggi komitmen K3 Zero Accident,” ujar Paul July.
Dengan perluasan ini, BIMA kini mengelola total 1766 alat, meningkat dari 1015 alat sebelumnya. Jumlah ini sejalan dengan peningkatan kekuatan SDM BIMA yang mencapai 1845 personil, dari sebelumnya 1031 personil.
Sebagai wujud komitmen sosial perusahaan, BIMA juga menyerahkan bantuan kepada anak yatim piatu di Panti Asuhan Al Rosyidu Shoburih. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PT BIMA, Arif Widodo.
Diharapkan dengan perluasan layanan dan komitmen BIMA dalam menghadirkan standar tinggi, digitalisasi, dan K3 Zero Accident, BIMA dapat menjadi penggerak dan pengelola pemeliharaan peralatan pelabuhan yang handal dan terpercaya di seluruh Indonesia. [rea/suf]






