Mojokerto (beritajatim.com) – Proyek pembangunan Taman Bahari Mojopahit (TBM) di bantaran Sungai Ngotok Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto yang dianggarkan dari dana alokasi khusus (DAK) tematik integratif sebesar Rp57 miliar digulirkan tahun ini. Ditarget proyek strategis nasional tersebut bisa dioperasikan pada 2024 mendatang.
Selain pekerjaan infrastruktur, secara bersamaan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto juga menyusun sistem pengelolaan wisata anyar. TBM bakal dirampungkan dalam satu kali tahun anggaran. Mengingat, pembangunan destinasi wisata berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) 80/2019 ini diampu bersama oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Karena di dalam DAK tematik integratif ini berasal dari enam kementerian yang mendukung pembangunan proyek strategis Taman Bahari Mojopahit. Belajar dari pengalaman itu, TBM kita jalankan bersama. Tahun ini dinas PUPR mengerjakan infrastruktur fisiknya, sedangkan dinas pariwisata juga menyiapkan skema kelembagaannya,” ungkap Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.
Pemkot Mojokertp menargetkan proyek yang disiapkan sebagai daya tarik wisata baru di wilayah barat Kota Mojokerto ini bisa langsung dibuka untuk pengunjung mulai tahun depan. Hal ini berdasarkan pelajaran dari Pemandian Sekarsari yang hingga kini belum bisa dioperasionalkan lantaran masih proses pengelolaan melalui Kerja Sama Pemanfaatan (KSP).
“Sehingga setelah seluruh proyek fisik wisata dan sarana prasarana pendukung rampung, TBM sudah bisa dibuka untuk umum di 2024. Harapan kami tahun depan infrastruktur selesai, kelembagaan selesai, anggaran untuk pengelolaan juga telah tersedia. Maka, TBM sudah bisa langsung tancap gas beroperasi,” harapnya.
Dari total Rp57 miliar DAK tematik integratif, lanjut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, sekitar Rp22,5 miliar diplot untuk menyentuh pembangunan infrastruktur pariwisata. Ning Ita (sapaan akrab, red) menjelaskan, TBM merupakan wisata susur sungai yang nantinya akan ada 15 unit perahu yang didesain Majapahitan.
“Sedangkan di bantaran sungai sepanjang kurang lebih 1,9 kilometer terdapat wisata petik jeruk. Di dalam kompleks TBM juga dibangun amphitheater untuk pertunjukan hiburan terbuka, camping ground seluas 1 hektare, hingga taman budaya sebagai tempat literasi terkait Kerajaan Majapahit,” jelasnya.
Baca Juga: Kunjungi Maha Wihara Majapahit Mojokerto, Gubenur Ajak Maknai Harmonisasi antar Umat Beragama
Di samping itu, lanjut Ning Ita, di TBM juga qkan dibangun monumen kapal atau Jung Majapahit sepanjang kurang lebih 42 meter. Ikon baru itu sekaligus difungsikan sebagai tempat kuliner dengan view Sungai Ngotok yang merupakan anak Sungai Brantas. Pemkot Mojokerto juga menyediakan lahan seluas 1 hektare kawasan pluralisme.
“Di lokasi tersebut akan didirikan tempat ibadah bagi enam pemeluk agama, kami serahkan kepada FKUB untuk proses pembangunannya. DAK sebesar Rp11 miliar juga dikucurkan untuk mendukung akses jalan menuju TBM. Yakni untuk revitalisasi akses dari sisi utara di ruas Jalan Raya Pulorejo dan dari sisi selatan di ruas Jalan Blooto yang masing-masing dialokasikan Rp7,8 miliar dan Rp3,3 miliar,” urainya.
Pembangunan jalan baru penghubung dari Balongcangkring sampai ke Jembatan Rejoto dari APBD dengan pagu Rp7 miliar. Sementara itu, sarana pendukung lainnya juga dijatah Rp18 miliar. Anggaran DAK tersebut diperuntukkan untuk memfasilitasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif.
“Yakni dengan proyek pembangunan gedung pusat layanan usaha terpadu dan sentra Industri Kecil Menengah batik. Dari beberapa paket pekerjaan itu semuanya dilakukan proses tender dan dibangun pekerjaan fisiknya pada tahun 2023,” tegasnya. [tin/ted]






