Bangkalan (beritajatim.com) – Rencana besar pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bangkalan mulai disiapkan serius oleh pemerintah daerah. Master plan diklaim telah matang, namun progres pembebasan lahan masih berada di angka setengah jalan.
Dinas Pendidikan Bangkalan merancang proyek ini di atas lahan seluas 7,6 hektare yang berlokasi di Desa Katol Barat, Kecamatan Geger.
Sekolah Rakyat tersebut akan dibangun dengan konsep kawasan pendidikan terpadu, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu lokasi.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Bangkalan, Ali Yusri Purwanto, menyebut perencanaan pembangunan telah disusun secara menyeluruh, termasuk berbagai fasilitas penunjang. “Yang kami rancang ada asrama, kantor pengelola, sarana olahraga, gazebo, hingga gedung serbaguna,” ujarnya.
Namun di tengah kesiapan konsep tersebut, realisasi pembebasan lahan belum sepenuhnya rampung. Hingga akhir 2025, lahan yang berhasil dibebaskan baru mencapai 38.081 meter persegi atau sekitar 3,8 hektare, dari total kebutuhan 7,6 hektare.
“Target pembebasan lahan pada tahun lalu seluas 5 hektare, namun baru terealisasi 3,8 hektare karena ada beberapa kendala,” jelas Ali.
Dari sisi anggaran, pembebasan lahan pada tahun 2025 telah menyerap Rp 5,22 miliar, sementara Rp 2,25 miliar belum terealisasi dan menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).
Untuk tahun 2026, Pemkab Bangkalan kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar, serta memanfaatkan dana Silpa guna mempercepat proses pembebasan lahan yang tersisa. “Kalau ada tumbuhan yang berharga juga akan kami hitung. Kami upayakan masyarakat tidak dirugikan,” tegasnya. [sar/kun]






