Pacitan (beritajatim.com) – Antusiasme masyarakat untuk maju sebagai calon kepala desa (cakades) pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Pacitan masih tergolong rendah. Hingga Kamis (16/7/2026), baru 19 dari 45 desa yang menggelar pilkades memiliki pendaftar. Sebagian besar desa bahkan baru memiliki satu bakal calon.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pacitan, Sugiyem, mengatakan pihaknya terus melakukan inventarisasi perkembangan pendaftaran di seluruh desa penyelenggara pilkades.
“Kami sudah menginventarisir dari 45 desa itu. Sampai kemarin baru 19 desa yang sudah ada pendaftarnya dan itu sebagian besar masih baru satu calon. Ada yang sudah dua, tetapi mayoritas masih satu,” kata Sugiyem, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, mekanisme Pilkades tahun ini berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya. Regulasi terbaru memberikan kesempatan perpanjangan masa pendaftaran apabila jumlah bakal calon belum memenuhi syarat minimal.
Jika hingga penutupan pendaftaran pada 21 Juli hanya terdapat satu bakal calon, maka masa pendaftaran akan diperpanjang selama 15 hari kerja. Apabila setelah perpanjangan pertama tetap hanya satu pendaftar, akan dilakukan perpanjangan kembali selama 10 hari kerja.
“Bila setelah dua kali perpanjangan masih tetap satu calon, nanti BPD bersama panitia akan bermusyawarah untuk memutuskan apakah pilkades tetap dilaksanakan dengan calon tunggal melawan bumbung kosong atau dinyatakan gagal,” jelasnya.
Sugiyem menduga minimnya minat masyarakat mencalonkan diri sebagai kepala desa kemungkinan dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya perubahan kebijakan pengelolaan dana desa. Namun, ia menegaskan hal tersebut masih sebatas dugaan dan belum didukung kajian ilmiah.
“Mungkin salah satunya terkait kebijakan dana desa. Kapasitas fiskal desa dengan kebijakan baru kemungkinan selama enam tahun ke depan sebagian akan diarahkan untuk mendukung program prioritas nasional, termasuk Koperasi Desa Merah Putih. Tapi itu baru asumsi, saya tidak berani menyebutnya sebagai penyebab karena harus ada kajian dan penelitian,” ujarnya.
Meski demikian, Sugiyem tetap optimistis jumlah bakal calon akan bertambah hingga masa pendaftaran berakhir. (tri/aje)






