Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pengusaha, lurah, dan camat, untuk berperan aktif dalam menyemarakkan peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Dalam apel bersama di Balai Kota Surabaya pada Kamis pagi (16/7/2026), Eri secara khusus menyoroti etika pengurus RT/RW dalam menggalang sumbangan kegiatan HUT RI di hadapan para lurah, camat, dan kasi kelurahan se-Surabaya.
Eri menegaskan bahwa sumbangan untuk perayaan HUT RI harus bersifat sukarela atau seikhlasnya, sehingga pengurus RT/RW maupun panitia dilarang keras mematok target nominal tertentu.
“Tidak boleh RT-RW kalau pas waktunya meminta sumbangan memberikan target harus Rp1 juta, Rp2 juta, tidak boleh. Sumbangan itu seikhlasnya,” tegas Eri Cahyadi dalam arahannya pada Kamis (16/7/2026).
Selain mengatur pengurus RT/RW, Eri juga mengimbau para pelaku usaha agar turut memberikan kontribusi secara tulus dan tidak pamrih saat diminta berpartisipasi dalam perayaan hari kemerdekaan.
Menurutnya, nilai materi yang diberikan pengusaha tidak akan sebanding dengan perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan darah demi kemerdekaan bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, Eri berharap peringatan HUT ke-81 RI ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif antarwarga tanpa perlu mencederai perasaan satu sama lain.
“Kasih tahu ke pengusaha-pengusaha menyumbang memang seikhlasnya, tapi kalau pengusaha-pengusaha untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang diperjuangkan dengan darah para pejuang, terus nyumbang e hanya sedikit-sedikit ya kebacut (ya keterlaluan),” kata Eri.
Dari situ, Ia pun menginstruksikan para lurah dan camat untuk turun langsung memberikan pemahaman kepada pengurus RT/RW serta para pelaku usaha di lingkungannya, agar mereka dapat bergotong-royong mendukung kegiatan ini secara sukarela.
“Jangan sampai kemudian dalam praktiknya masyarakat meminta nilai sumbangan dengan menentukan perusahaan ini harus Rp1 juta, perusahaan lain Rp2 juta. Itu namanya ngawur. Habis ini 17 Agustus, coba lurah-camatnya turun untuk memberikan pemahaman ke RT-RW nya,” pungkasnya. (rma/aje)






