Kediri (beritajatim.com) – Proyek Jalan Tol Kediri -Tulungagung terus dikebut. Saat ini, Satuan Tugas (Satgas) pengadaan tanah turun ke lapangan.
Satgas A dan B pengadaan tanah Jalan Tol Kediri – Tulungagung melakukan identifikasi dan inventarisasi terhadap data fisik dan data yuridis atas kepemilikan bidang tanah beserta bangunan maupun tanaman.
Satu per satu rumah warga terdampak jalan tol Kediri-Tulungagung di Kota Kediri mulai didatangi oleh tim pengadaan tanah, baik itu Satgas A maupun Satgas B.
Dalam pelaksanaannya, Satgas B mulai melakukan pendataan dan menginventarisasi secara yuridis (hukum), mengenai dokumen kepemilikan tanah warga, bangunan, tanaman dan benda yang berkaitan dengan tanah.
Sedangkan peran dari Satgas A yakni melakukan pengukuran, pemetaan lokasi dan identifikasi lapangan.
Hoppyan, salah satu anggota dari Satgas B mengatakan, ada kurang lebih 1.111 bidang tanah untuk Kota Kediri yang menjadi lokasi terdampak pembebasan lahan jalan tol.
Dengan rincian masing-masing untuk Kelurahan Semampir terdapat 90 bidang tanah, Kelurahan Mojoroto sebanyak 299 bidang tanah.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kediri”]
Lalu Kelurahan Bujel sebanyak 178 bidang tanah, Kelurahan Sukorame sebanyak 85 bidang, Kelurahan Pojok sebanyak 221 bidang tanah.
Kemudian Kelurahan Ngampel sebanyak 23 bidang tanah, Kelurahan Gayam sebanyak 108 bidang tamah dan Kelurahan Mrican sebanyak 107 bidang tanah.
“Di Kota Kediri ada kurang lebih 1.111 bidang tanah yang terdampak. Kini sedang tahap inventarisasi dan identifikasi lahan,” ungkap Hoppyan.
Untuk diketahui, proyek Jalan Tol Kediri – Tulungagung sepanjang 37,35 kilometer. Proyek Strategis Nasional ini akan membuka potensi daerah Jawa Timur bagian selatan. [nm/ted]






