Jember (beritajatim.com) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Agrotechnopark Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengembangkan lini bisnis anggrek di bawah ATP (Agrotechnopark) Orchid Nursery Jember.
Lini bisnis ini berdiri pada 2020 dan didukung Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.
Ketua UPT Agrotechnopark Usmadi mengatakan, potensi bisinis anggrek cukup menjanjikan. “Harganya relatif stabil dibandingkan komoditas pertanian lainnya. Perawatannya pun mudah mengingat anggrek cocok di iklim tropis Indonesia,” katanya sebagaimana dilansir Humas Unej, Senin (17/10/2022).
Saat ini angrek Dendrobium, Catleya, Vanda, Oncidium dan Phalaenopsis atau anggrek bulan banyak diminati masyarakat. “Harganya relatif stabil, bibit per botol dihargai mulai Rp 75 ribu, seedling atau bibit dihargai Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu. “Anggrek remaja dihargai Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu, tergantung kondisinya. Bahkan anggrek yang sudah berbunga harganya mulai 250 ribu rupiah bahkan lebih,” kata Usmadi.
Dukungan Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PUPIK) dari Ditjen Dikti Kemendikbudristek sudah memasuki tahun ketiga. Usmadi mengatakan, unit bisnis anggrek ini diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan kampus secara mandiri maupun melalui proses kemitraan bersama mahasiswa dan masyarakat.
“Harapannya akan muncul wirausaha-wirausaha baru berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama dalam bidang industri tanaman hias anggrek,” kata Usmadi.
Menurut Usmadi, anggrek juga memiliki kekhasan pada warna bunga dan bentuk. Bunganya juga tahan lama. “Jangan lupa, Indonesia memiliki banyak varietas anggrek asli yang menjadi sumber genetik yang tidak dimiliki negara lain. Anggrek asli Indonesia ini berpotensi diekspor ke luar negeri,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unej”]
Tidak hanya berbisnis anggrek, ATP Orchid Nursery Universitas Jember juga memberikan pengetahuan dan pelatihan budidaya anggrek bagi masyarakat. “ATP Orchid Nursery menjadi wadah edukasi bagi masyarakat yang ingin belajar dan mendalami anggrek,” kata Parawita Dewanti, salah satu peneliti anggrek dan pegiat ATP Orchid Nursery Universitas Jember.
APT Orchid Nursery saat ini terus melaksanakan hilirisasi produk hasil penelitian.Salah satunya diseminasi hasil penelitian kepada mahasiswa internal maupun eksternal Universitas Jember dan masyarakat luas. Bentuknya dalam komersialisasi anggrek hasil silangan lokal, integrasi dalam kegiatan pembelajaran, maupun pelatihan kepada khalayak umum.
Kini ATP Orchid Nursery menjadi ruang pameran produk unggulan tanaman anggrek berupa seedling botolan, bibit anggrek, tanaman remaja, hingga tanaman dewasa berbunga. Mereka memanfaatkan pemasaran secara luring, pembelian di lokasi, dan melalui marketplace. Selain itu ada sinergi dengan open reseller dan mitra binaan. “Sinergi juga dilakukan bersama para mitra dari nursery anggrek besar di luar Jember,” kata Usmadi. [wir/but]






