Jember (beritajatim.com) – Bambang Kuswandi, guru besar dan Wakil Rektor III Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, termasuk dalam jajaran ilmuwan top dunia. Salah satunya penelitiannya adalah mengembangkan pembalut wanita smart pads.
Smart pads adalah pembalut wanita yang dipasangi sensor untuk menunjukkan kadar kreatinin penggunanya saat dipakai. Sementara untuk kaum pria dibentuk mirip alat tes kehamilan yang pemakaiannya dicelupkan ke urine. Dengan sensor tersebut maka pasien tidak perlu tes dengan cara mengambil sampel darah.
“Untuk saat ini, penelitian yang saya lakukan adalah lab on tip, di mana kita memasang sensor tertentu di ujung pipet, sehingga seorang peneliti bisa mengetahui kandungan bahan yang ditelitinya dengan segera,” kata Bambang sebagaimana dilansir Humas Unej, Jumat (29/10/2021).
Bambang mencontohkan pemakaian alat ini untuk peneliti yang ingin mengetahui kandungan pestisida dalam sayur atau buah. “Begitu dicelupkan di sampel yang sudah disiapkan, maka sensor yang ada di ujung pipet akan memberikan informasim apakah ada kandungan pestisida atau tidak tanpa harus membawanya ke laboratorium. Jadi praktis,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unej”]
Tak hanya pembalut wanita bersensor, Bambang juga mengembangkan sensor kimia untuk mengetahui kesegaran ikan atau produk berbasis ikan seperti fillet ikan. Penemuan ini membantu konsumen untuk dengan mudah mengetahui segar atau tidaknya sebuah produk.
“Sensor tersebut bisa ditempel di kemasan produk berbasis ikan atau bahkan daging lainnya. Jika sensor menunjukkan warna hijau, maka masih segar. Muncul warna merah berarti sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi,” kata Bambang. Selain itu ada juga sensor kimia untuk mengetahui apakah ada kandungan alkohol dalam sebuah produk makanan. [wir/but]






