Surabaya (beritajatim.com) – Simak profil lengkap penggagas sekaligus pendiri kawasan inklusif di Trenggalek, Taryaningsih, yang mungkin masih banyak orang belum tahu.
Wanita yang bekerja sebagai guru SLB Negeri Panggungsari Kecamatan Durenan Trenggalek ini sejak tahun 2018 telah bertekad untuk mendirikan kawasan inklusif untuk menyelesaikan permasalahan disabilitas.
Secara mandiri, ia pun berjuang untuk merealisasikan impiannya tersebut.
Adapun sebagian besar pendanaan berasal dari hutang pribadi atas nama Taryaningsih selaku pendiri. Bahkan, gajinya sebagai abdi negara habis untuk membayar hutangnya yang telah mencapai milyaran rupiah.
Meski begitu, tekatnya seakan tak pernah padam. Terlebih ketika melihat teman-teman disabilitas yang juga penghuni perumahan inklusif itu, kini sudah bisa mandiri dan tampak lebih sejahtera kehidupannya. Menurutnya, ada rasa kebahagiaan tersendiri ketika ia bisa membantu sesama.
Adapun berikut ini sosok Taryaningsih yang tak banyak orang tahu.
Profil Taryaningsih
Taryaningsih, S.Pd, M.Pd, merupakan seorang guru di SLB Negeri Panggungsari, Kecamatan Durenan, Trenggalek. Ia juga pendiri serta pembina Yayasan Penyandang Disabilitas “NAEEMA”.
Wanita berhijab kelahiran Trenggalek, 15 April 1986, ini memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dengan gelar S1 dan S2 dalam Pendidikan Luar Biasa (PLB) dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan sedang menyelesaikan S3 dalam Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui beasiswa BPI_LPDP.
Dalam karirnya, Taryaningsih telah banyak berkontribusi di bidang pendidikan inklusif dan disabilitas. Dia sering menjadi narasumber dalam berbagai seminar nasional dan internasional, serta terlibat dalam tim perumus kebijakan pendidikan inklusif.
Pengalamannya di luar negeri termasuk program intervensi dini di Thailand dan pendidikan inklusif di Australia melalui beasiswa AAF.
Taryaningsih juga aktif menciptakan karya-karya inovatif di dunia pendidikan, seperti kamus isyarat elektronik audio visual SIBI, video pembelajaran, batik disabilitas, game AVI SIBI, dan aplikasi AKU MANDIRI.
Di bidang sosial, ia mendirikan berbagai inisiatif untuk mendukung penyandang disabilitas, termasuk Yayasan Penyandang Disabilitas NAEEMA, Forum Peduli Penyandang Disabilitas, dan kawasan inklusif bagi kelompok rentan.
Penghargaan
1. Kader Pemberdayaan Masyarakat Berprestasi Tingkat Provinsi Tahun 2016,
2. Juara ll Guru SLB Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018,
3. Mitra CSR Edukasi, Literasi & lnklusi Wilayah Karisidenan Kediri Tahun 2018,
4. Mitra Pemerintah Kabupaten Trenggalek Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Dan Kesejahteraan Sosial Difabel Tahun 2018,
5. Juara I Guru SLB Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2019,
6. Juara I Guru Keterampilan SLB “Seni Rupa Dan Kriya” Tingkat Nasional Tahun 2019,
7. Gender Champion Bidang Pemberdayaan Disabilitas Kabupaten Trenggalek Tahun 2020,
8. Juara ll Lomba Menulis Essay Tingkat Provinsi Tahun 2021,
9. Guru SLB Inspiratif Tingkat Nasional Tahun 2021,






