Gresik (beritajatim.com) – Produk sekam bakar dari PT Aji Bakuh Anugrah (ABA) Gresik diminati pasar Jepang. Ada 11 ton hasil bekas gilingan padi tersebut senilai US$2.447, setara Rp38 juta dikirim ke Jepang.
Pengiriman sekam bakar itu, ditandai dengan pemasangan segel tanda pengaman dari Bea Cukai Gresik.
“Kabupaten Gresik memiliki banyak potensi produk unggulan yang bisa menembus pasar ekspor. Tidak disangka sekam bakar yang diproduksi PT Aji Bakuh Anugrah bisa tembus ke pasar Jepang,” Bupati Fandi Akhmad Yani, Kamis (6/6/2024).
Mantan Ketua DPRD itu mengatakan, ekspor perdana sekam bakar tersebut diinisiasi anak anak muda Gresik melalui business matching.
“Ini pentingnya memiliki semangat untuk berwirausaha dan mengembangkannya. Ditambah lagi dengan adanya dukungan luar biasa dari Bea Cukai dan Diskoperindag Gresik,” katanya.
Bupati milenial itu ingin mengajak anak-anak muda yang memiliki passion di dunia usaha, bahwa ekspor tidak menjadi kendala para pengusaha lokal.
“Kita akan menjadi bagian saksi sejarah, dulu masyarakat kita takut akan ekspor baik dari sisi izinnya maupun administrasi. Namun, adanya klinik ekspor Bea Cukai, sekarang ada 60 perusahaan baik skala kecil sampai besar melakukan ekspor,” ungkap Fandi Akhmad Yani
Melalui PT ABA lanjut dia, menjadi inspirasi anak muda Gresik. Siapa sangka sekam bakar dapat menembus pasar ekspor.
“Kami mengapresiasi Bea Cukai yang terus memberikan bimbingan dan pendampingan kepada pelaku usaha di Gresik,” paparnya.
Sementara Kepala Bea Cukai Gresik Wahyudi Ardianto menambahkan, Bea Cukai akan mendampingi para UMKM agar bisa ekspor melalui business matching dengan cara mencarikan pasar di luar negeri. Hal ini sejalan dengan fungsi instansinya di bidang asistensi industri dalam negeri.
“Ekspor ini harus berkesinambungan, perlu diketahui sekam bakar ini dalam satu bulan dapat mengirim 8 kali sebanyak 11 ton untuk industri pengerasan baja di Nagoya Jepang,” imbuhnya. [dny/beq]






