Pasuruan (beritajatim.com) – Kecelakaan maut dilaporkan kembali terjadi di jalur perlintasan kereta api tanpa palang pintu di kawasan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.
Seorang pejalan kaki dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah tubuhnya terhantam oleh kereta api yang tengah melintas dengan kecepatan tinggi.
Aparat kepolisian dari Polsek Purwodadi yang menerima laporan warga langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara guna melakukan evakuasi terhadap jasad korban. Petugas di lapangan juga segera meminta keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di sekitar lokasi perlintasan saat insiden tragis tersebut berlangsung.
“Korban tabrak kereta KACL Penataran meninggal dunia ditempat setelah kami berhasil mengevakuasi di jalir perlintasan. Korban bernama Sugianto warga Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi,” ujar Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, Kamis (21/5).
Berdasarkan keterangan dari warga sekitar, korban diduga tidak menyadari kedatangan sarana transportasi massal tersebut saat sedang berjalan menyusuri area rel. Kereta api komuter yang melintas dari arah Malang menuju Surabaya tersebut sebenarnya sudah berupaya meminimalisir dampak kecelakaan dengan memberikan peringatan suara.
Masinis kereta api dilaporkan telah membunyikan suling lokomotif berkali-kali agar pejalan kaki tersebut segera menjauh dari jalur perlintasan besi. Namun, posisi korban yang sudah terlanjur terlalu dekat membuat benturan keras di tengah perlintasan kereta tidak dapat dihindarkan lagi.
“Masinis sebenarnya sudah membunyikan klakson berkali-kali dan sempat mengerem, namun karena jaraknya tidak nutut kecelakaan tersebut akhirnya terjadi,” tambahnya. Sayangnya, laju kendaraan besi yang sangat berat tersebut tidak mampu langsung berhenti seketika sebelum mengenai tubuh korban.
Jasad pria paruh baya tersebut kini telah dibawa oleh petugas medis menuju rumah sakit terdekat untuk menjalani proses visum lebih lanjut. Pihak keluarga korban juga telah dihubungi oleh perangkat desa setempat guna proses pengurusan jenazah agar bisa segera disemayamkan.
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi warga Pasuruan untuk lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas berbahaya di sepanjang jalur rel kereta api. Pihak berwenang kembali mengimbau masyarakat agar selalu menoleh kanan dan kiri saat hendak melintasi kawasan perlintasan kereta yang tidak berpenjaga. (ada/ted)

as a preferred source on Google




