Lamongan (beritajatim.com) – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan tahun 2026 tidak hanya menyasar berbagai daerah di Indonesia, tapi juga kembali menjangkau mancanegara.
Sebanyak 650 mahasiswa diterjunkan ke sejumlah lokasi pengabdian, termasuk Thailand dan Malaysia, sebagai bagian dari upaya memperluas pengalaman global mahasiswa.
Pelepasan peserta KKN 2026 yang mengusung tema “Mahasiswa Berkarya, Desa Berdaya”, dilakukan melalui apel pemberangkatan yang dipimpin langsung Rektor Unisda Lamongan, Muhammad Hafidh Nashrullah.
“KKN menjadi sarana pembelajaran kehidupan yang sesungguhnya. Jadikan kesempatan ini untuk belajar dari masyarakat, memahami berbagai tantangan yang ada, serta menghadirkan solusi yang inovatif dan bermanfaat,” kata Hafidh, Rabu (8/7/2026).
Hafidh menekankan kepada seluruh peserta KKN, agar menjaga nama baik almamater dengan mengedepankan etika, disiplin, serta semangat pengabdian selama menjalankan program di lokasi masing-masing.

“Mahasiswa yang mengikuti KKN merupakan representasi kampus di tengah masyarakat, termasuk saat menjalankan pengabdian di luar negeri. Berikan kontribusi terbaik, bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, dan jadilah duta Unisda yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia KKN 2026 sekaligus Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisda Lamongan, Ahmad Sholikin, mengatakan, pelaksanaan KKN tahun ini tersebar di berbagai wilayah strategis, baik nasional maupun internasional.
Untuk lokasi dalam negeri, mahasiswa ditempatkan di Kabupaten Lamongan, Gresik, Tuban, Bojonegoro, Jombang, hingga Lombok. Sementara itu, program KKN Internasional kembali digelar di Thailand dan Malaysia.
“Melalui tema ‘Mahasiswa Berkarya, Desa Berdaya’, kami berharap seluruh peserta KKN mampu menjadi penggerak perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Mahasiswa harus mampu membangun sinergi dengan pemerintah desa, lembaga masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan program-program yang bermanfaat dan berkelanjutan,” ujar Ahmad Sholikin.
Menurutnya, pelaksanaan KKN lintas negara merupakan bentuk komitmen Unisda dalam memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat wawasan global mahasiswa. Selain mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, mahasiswa juga diharapkan mampu beradaptasi dengan budaya dan karakter masyarakat yang berbeda.
“KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui program nasional maupun internasional, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan adaptasi, kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, serta menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat,” katanya. (fak/but)

as a preferred source on Google




