Ponorogo (beritajatim.com) – Aksi pencurian kembali menyasar lapak usaha di wilayah Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan, Ponorogo. Sebuah kontainer yang digunakan sebagai warung Seblak dibobol maling. Pelaku membawa kabur 5 tabung LPG, 2 unit kamera CCTV, 1 handphone, serta uang tunai kurang lebih Rp 200 ribu. Total kerugian ditaksir mencapai Rp4 juta.
Korban diketahui bernama Uci Rahmawati, pemilik warung Seblak yang menempati kontainer tersebut. Dia baru mengetahui pencurian itu pada Rabu (8/7/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB saat hendak membuka warung. Sebelumnya, pada malam hari, rekaman CCTV masih bisa dipantau secara normal. Namun, pagi tadi sebelum berangkat ke warung, saat membuka CCTV lewat handphone ternyata sudah tidak berfungsi.
“Tadi malam itu dilihat di CCTV masih aktif dan bisa diakses. Terus pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB itu sudah bisa diakses. Akhirnya langsung ke lapak, dilihat ternyata sudah banyak yang hilang,” ungkap Uci saat ditemui beritajatim.com di warungnya.
Saat melakukan pengecekan, Uci mendapati sejumlah barang sudah raib. Di antaranya 5 tabung LPG, satu ponsel yang digunakan untuk operasional warung, uang tunai sekitar Rp200 ribu, serta 2 unit kamera CCTV.
“Yang hilang Gas LPG 5, HP warung 1, uang sekitar Rp200.000-an, sama CCTV-nya ada 2,” katanya.
Akibat kejadian itu, korban memperkirakan total kerugian yang dialami mencapai sekitar Rp4 juta. Kehilangan tersebut cukup berdampak terhadap aktivitas usaha yang dijalankannya setiap hari. Uci mengaku sempat tidak menaruh curiga ketika pertama kali tiba di lokasi. Pasalnya, gembok pintu kontainer warung masih dalam kondisi utuh dan tidak menunjukkan tanda-tanda dirusak.
“Awal sampai warung tidak curiga karena kuncinya masih, dan gemboknya kan masih rapi. Ternyata yang dibobol lewat samping,” ungkapnya.
Diduga pelaku masuk melalui bagian belakang kontainer dengan cara merusak dinding kontainer hingga terbuka. Setelah berhasil masuk, pelaku kemudian menguras barang-barang yang ada di dalam warung sebelum meninggalkan lokasi.
“Berarti pelaku itu lewat belakang, merusak dinding kontainer, ya masuk lewat situ,” katanya.
Peristiwa tersebut merupakan pengalaman pertama yang dialami Uci sejak membuka usaha di lokasi tersebut. Meski demikian, dirinya mengaku pernah mendengar kejadian serupa menimpa lapak lain yang berada tidak jauh dari tempat usahanya.
“Baru pertama, dan semoga terakhir. Pernah denger juga yang sebelah sana tidak jauh dari sini juga pernah kehilangan gas-gas gitu,” pungkasnya. [end/aje]






