Malang (beritajatim.com) – Tim medis Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang akan kembali melakukan operasi tahap kedua untuk Dwi Ariesta Wardhana (38 tahun) pria berbobot 275 kilogram yang jatuh akibat sling lift putus. warga Perum Puri Kartika Asri, Arjowinangun Blok Q, Kedungkandang, Kota Malang ini mengalami 5 patah tulang akibat kejadian itu.
Staf medik bagian ortopedi dan traumatologi RSSA atau dokter yang menangani Dwi Aries yakni dr Agung Rianto Budi Santoso mengungkapkan ada beberapa kendala yang dialami karena bobot Aries yang begitu besar. Mereka tidak bisa melakukan pemeriksaan CT-scan karena alat yang tersedia tidak muat.
“Kendala kedua tindakan definitif operasi bagaimana menyediakan meja operasi yang bisa memfasilitasi tubuh pasien. Meja operasi hanya 80 centimeter saja rencananya dua meja akan kita gabung jadi satu,” ujar Agung, Kamis, (12/5/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”slink-lift-putus”]
Agung mengungkapkan, operasi tahap kedua yang akan dilakukan pekan depan ini setidaknya membutuhkan lima dokter spesialis yang ikut menangani, antara lain dokter spesialis ginjal, dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis gizi, dokter spesialis penyakit dalam dan dokter anestesi. Selain meja khusus, Aries akan dibius selama 5 jam.
“Penanganan yang kami lakukan secara holistik, tidak bisa yang patah tulang kakinya saja maka kakinya doang, sehingga kalau ditemukan adanya indikasi hal lain maka sekalian kami tangani untuk itu kita membutuhkan 5 dokter spesialis,” ujar Agung.
Sebelumnya, Aries sudah menjalani operasi tahap awal. Yaitu operasi pada kaki bagian engkel sebelah kiri dengan metode eksternalisasi. Operasu ini dilakukan saat Aries pertama kali dikirim ke ICU pada Sabtu, (7/5/2022).
Hasil pemeriksaan lanjutan, bahwa Aries diketahui mengalami lima patah tulang untuk bagian kanan dan kiri. Cedera inilah yang akan masuk dalam operasi tahap dua pada pekan depan. Saat ini tim medis sedang mempersiapka segala kebutuhan sebelum menaikan Aries ke meja operasi. “Kalau di hitung tulang yang patah ada 5. Mulai dari lutut, tibia, fibula, engkel kuboit, lalu engkel kanan maliolos medialis,” tandasnya. (luc/kun)






