Ponorogo (beritajatim.com) – Tahta raja Jujitsu Jawa Timur belum tergoyahkan. Kabupaten Ponorogo kembali mengukuhkan diri sebagai juara umum cabang olahraga Jujitsu dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2025, yang digelar di Gedung Polinema Malang selama dua hari, 29–30 Juni 2025.
Capaian ini bukan sekadar kebetulan. Dengan torehan sembilan medali—masing-masing tiga emas, tiga perak, dan tiga perunggu—Ponorogo sukses mencatatkan hattrick gelar juara umum di ajang dua tahunan tersebut, setelah sebelumnya juga merajai Porprov Jatim di Jember dan Mojokerto.
Ketua Umum PBJI Ponorogo, Muryanto, menyebut dominasi ini sebagai hasil dari pembinaan yang konsisten dan regenerasi atlet yang berjalan baik. “Alhamdulillah, Jujitsu Ponorogo juara umum tiga kali berturut-turut di ajang Porprov Jatim,” ujar Muryanto, Selasa (1/7/2025).
Tiga medali emas dipersembahkan oleh Fayi’ Archika Faradia di nomor Fighting System -57 kg putri, Ghaida Silmi Adilah di nomor -63 kg putri, serta Moh. Arya Fahturezi di nomor -62 kg putra.
Sementara itu, raihan perak disumbangkan oleh Kamaranti Puji Lestari di nomor -63 kg putri, Saadad Alfian Putra A. di nomor -69 kg putra, dan Faqih Alghifani di nomor -77 kg putra.
Tiga perunggu melengkapi kemenangan Ponorogo, masing-masing diraih oleh Regita Widya Pramesti di nomor -57 kg putri, Rahmat Aziz Nugroho di nomor -62 kg putra, serta Muhammad Faiz Noor Fazli di nomor Newaza System -56 kg putra.
Yang menarik, dari total 16 atlet yang dikirim, sebagian besar merupakan atlet muda yang baru kali pertama turun di ajang sebesar Porprov. Hal ini justru menjadi kejutan tersendiri bagi manajemen tim.
Manajer kontingen Jujitsu Ponorogo, Wahyu Setiawan, mengaku puas sekaligus bangga atas pencapaian tersebut. “Dengan formasi mayoritas atlet muda, kami berhasil melampaui target dan mempertahankan gelar juara umum untuk ketiga kalinya,” ungkapnya.
Dari matras pertandingan hingga podium penghargaan, nama Ponorogo kembali berkibar. Tak hanya karena jumlah medali, tetapi karena tekad, semangat juang, dan karakter para atlet muda yang menjadikan kemenangan ini terasa lebih bermakna. Selagi semangat pembinaan terus dijaga, tampaknya gelar Raja Jujitsu Jatim akan tetap bersemayam di Bumi Reog. (end/ian)






