Lamongan (beritajatim.com) – Polres Lamongan telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan serta menyiapkan langkah antisipasi guna menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2025. Salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus adalah kawasan Pasar Babat, yang menjadi simpul pertemuan arus lalu lintas dari Jombang, Bojonegoro, Tuban, serta Lamongan-Gresik.
Wakapolres Lamongan, Kompol I Made Prawira, menyatakan bahwa jalur pantai utara, Jalan Daendels, serta jalan nasional Lamongan-Gresik merupakan daerah dengan potensi kerawanan tinggi.
“Untuk titik rawan yang di sepanjang jalur nasional, volume kendaraan diprediksi akan cukup tinggi,” ujar Made Prawira usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru di Alun-alun Lamongan, Kamis (20/3/2025).
Sebanyak 269 petugas gabungan dalam Operasi Ketupat Semeru disiagakan di berbagai wilayah, termasuk di Pos Pengamanan Babat, Wisata Bahari Lamongan (WBL), dan pusat kota Lamongan.
“Kita siapkan juga Pos Pengamanan di daerah Babat, di WBL dan di kota, kita antisipasi kegiatan mudik maupun silaturahmi selama lebaran,” tuturnya.
Pasar Babat menjadi perhatian utama karena sering mengalami kepadatan lalu lintas. Kasat Lantas Polres Lamongan, AKP Nur Arifin, mengungkapkan bahwa beberapa langkah telah disiapkan untuk mengurangi potensi kemacetan di kawasan tersebut.
“Kita sudah laksanakan Rakor dengan Forkopimcam Babat. Untuk di Pasar Babat, nanti disepakati tidak akan ada kendaraan yang parkir di badan jalan, tidak ada yang berjualan di badan jalan,” kata Arifin.
Agar arus lalu lintas tetap lancar, akan dipasang pembatas tengah atau median jalan non permanen guna mencegah kendaraan berputar balik sembarangan. Selain itu, kendaraan umum hanya diberikan waktu singkat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
“Kita juga akan memberikan waktu yang singkat kepada kendaraan umum untuk menurunkan dan menaikkan penumpang di sepanjang Pasar Babat,” ujarnya.
Selain itu, rekayasa lalu lintas berupa sistem contra flow akan diterapkan apabila terjadi kepadatan akibat buka-tutup palang pintu kereta api. Pengalihan arus juga akan dilakukan di area Tugu Wingko jika diperlukan.
“Untuk plan A, plan B maupun plan C sudah kita siapkan,” katanya.
Sebagai jalur alternatif, kendaraan dari arah Jombang menuju Gresik dan Surabaya akan dialihkan melalui Kecamatan Ngimbang-Sambeng. Sementara itu, kendaraan dari Bojonegoro ke Jombang akan diarahkan melalui simpang tiga Mira sesuai kondisi lalu lintas di lapangan.
“Untuk yang dari Bojonegoro ke Jombang, nanti akan kita putar melalui simpang 3 Mira, dan nanti kita sesuaikan keadaan di lapangan,” ucapnya. [fak/beq]






