Gresik (beritajatim.com)- Polres Gresik menyiagakan 1.090 personel gabungan untuk menjaga keamanan dan ketertiban laga derbi Jawa Timur kompetisi Liga satu yang mempertemukan Persik Kediri melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) pada Jumat 7 Februari 2025.
Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mengatakan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pintu masuk stadion, area tribun, hingga jalur kedatangan dan kepulangan suporter.
“Kami menurunkan sekitar 1.090 personel gabungan terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, dan instansi terkait. Tujuannya agar laga berjalan aman, tertib, dan kondusif,” katanya kepada beritajatim.com, Rabu (5/11/2025).
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan melakukan penyekatan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi kericuhan antar suporter. Petugas juga menyiapkan pos pengamanan di sekitar stadion dan jalur utama menuju lokasi pertandingan.
“Karena yang bertindak sebagai tuan rumah Persik Kediri yang menggunakan Stadion Gejos. Kami sudah berkordinasi dengan korlap supaya tidak menggunakan atribut. Sesuai regulasi hanya suporter tim kandang yang datang. Sementara suporter tamu tidak diperkenankan,” ujar Rovan.
Perwira menengah Polri ini juga menghimbau suporter tim tamu menghormati aturan yang berlaku. Untuk itu, pihaknya juga berkordinasi dengan kepolisian perbatasan yang bertugas melakukan penyekatan sebelum pertandingan dimulai.
“Kami tak segan-segan melakukan tindakan tegas bila menemukan ada suporter bertindak anarkis,” ungkapnya.
Alumni Akpol 2006 ini juga menyatakan sepak bola adalah olahraga gembira, sehingga kita harus mendukung agar perkembangan sepak bola di tanah air semakin maju.
Laga derbi sesama Jawa Timur Persik Kediri melawan Persebaya Surabaya digelar di Stadion Gejos. Pertemuan kedua tim ini diprediksi berlangsung sengit, mengingat rivalitas tinggi dan posisi mereka di klasemen sementara Liga satu saling berdekatan. [dny/suf]






