Mojokerto (beritajatim.com) – Sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto membangun kesadaran individu maupun seluruh masyarakat agar gemar mengkonsumsi ikan, Rapat Kerja (Raker) Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Tahun 2023 digelar. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati secara langsung membuka raker yang berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Pemkab Mojokerto.
Rakert diikuti 80 peserta yang terdiri dari pengurus Forikan tingkat Kabupaten maupun Kecamatan, Pokja III TP PKK Kabupaten Mojokerto dan petugas penyuluh di lapangan. Raker yang memiliki visi ‘Mewujudkan Masyarakat yang Sehat, Kuat dan Cerdas Dengan Ikan Sebagai Menu Utama Keluarga Indonesia’, mengundang dua narasumber, dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dan Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo.
Ketua Forikan Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Al Barra menjelaskan, sesuai data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur menunjukkan adanya peningkatan konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Mojokerto yang ditunjukkan dengan angka konsumsi ikan di Kabupaten Mojokerto tahun 2021 sebesar 45,08 kg per kapita per tahun, sedangkan pada tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar 48,17 kg per kapita per tahun.
“Untuk angka konsumsi ikan nasional tahun 2022 adalah 56,48 kg per kapita per tahun, hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Mojokerto meskipun mengalami peningkatan angka konsumsi ikannya. Tetapi harus tetap berbenah dan mendesain program atau kegiatan yang lebih baik untuk lebih mengoptimalkan pencapaian tujuannya. Berdasarkan evaluasi di lapangan dalam tingkat konsumsi ikan di Bumi Majapahit, ada beberapa hal yang mempengaruhi tingkat konsumsi ikan pada masyarakat,” ungkapnya, Senin (29/5/2023).
Seperti halnya masih belum optimalnya pasokan ikan dengan kualitas prima. Serta masih belum optimalnya daya dukung sarana dan prasarana produksi, pengolahan dan pemasaran ikan. Selain itu, budidaya perikanan belum menjadi pilihan utama usaha bagi masyarakat, dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang manfaat dan nilai gizi makan ikan. Bupati berharap semua stakeholder berperan lebih aktif.
“Saya berharap semua stakeholder baik pada tingkat pemerintah daerah, swasta maupun masyarakat dapat berperan lebih aktif untuk mengatasi kendala-kendala tersebut. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia pada tahun 2004 telah mencanangkan program gemarikan (gerakan memasyarakatkan makan ikan) yang ditetapkan secara resmi menjadi program nasional,” katanya
Sehingga diharapkan pada implementasinya dilakukan oleh seluruh sektor terkait. Baik di tingkat pusat, daerah maupun oleh pihak swasta, termasuk diantaranya melalui pembentukan Forikan di daerah. Oleh karena itu, Bupati berpesan agar seluruh pengurus dan anggota Forikan Kabupaten Mojokerto bekerja keras, bahu-membahu mensosialisasikan gerakan makan ikan kepada masyarakat luas.
Semetara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengapresiasi atas hasil capaian angka konsumsi ikan di Kabupaten Mojokerto tahun 2022 sebesar 48,17 kg per kapita per tahun. Angka tersebut lebih tinggi dari Provinsi Jawa Timur dengan angka konsumsi ikan sebesar 42,45 kg per kapita per tahun, padahal lanjut Bupati, di Kabupaten Mojokerto tidak memiliki laut.
“Ini suatu hal yang sangat luar biasa untuk perikanan Kabupaten Mojokerto di bawah kepemimpinan ketua umum Forikan Kabupaten Mojokerto untuk meningkatkan angka konsumsi ikan di Kabupaten Mojokerto. Dengan capaian angka konsumsi ikan sebesar 42,45 kg per kapita per tahun, serta dirata-rata konsumsi ikan 132 gram per hari, ini menunjukkan konsumsi ikan di Kabupaten Mojokerto sangat bagus,” urainya.
BACA JUGA:
Bus Pariwisata Vs Truk di Tol Jomo Mojokerto, Diduga Sopir Kurang Konsentrasi
Pabrik Arang di Mojokerto Terbakar, Diduga Korsleting
Selain itu untuk mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bumi Majapahit, Bupati mewanti-wanti, untuk tidak hanya fokus pada tingkat konsumsinya saja. Akan tetapi juga harus fokus pada pengolahan ikan untuk dikonsumsi dan ketersediaan ikan untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto karena tujuan konsumsi ikan, tambah Bupati, untuk kesehatan sehingga konsumsi ikan dalam pengolahan tidak pas dan tidak support terhadap peningkatan IPM.
“Karena target kinerja kita terkait dengan kualitas SDM itu di IPM. Diharapkan Forikan Kabupaten Mojokerto bisa melakukan evaluasi dan perbaikan program yang kedepanya akan ditindaklanjuti oleh masing-masing kecamatan yang disertai dengan target-targetnya sehingga Forikan ini berjalan, kinerjanya terukur berdasarkan timeline tahunnya apa yang harus dilakukan, kemudian Forikan Kabupaten memonitor dan melakukan evaluasi terhadap Forikan Kecamatan dan tentunya Forikan kecamatan tidak akan bisa bergerak kalau desa-desa juga tidak bergerak,” pungkasnya. [tin/but]
![Raker Forikan, Pemkab Mojokerto Bangun Kesadaran Masyarakat Gemar Konsumsi Ikan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat Raker Forikan Tahun 2023 di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Pemkab Mojokerto. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG_20230529_211729_qeojvC8l0S.jpeg)





