Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak tiga belas pemuda asal Mojokerto tergerak untuk melestarikan burung hantu. Hal itu menyusul jumlah populasi burung hantu di alam liar saat ini semakin berkurang. Melalui Komunitas Owl Mojokerto atau disingkat Komet, mereka memiliki beberapa program pelestarian.
Ketua Komet, Samsul Hadi mengatakan, komunitas tersebut dibentuk karena keprihatinan terhadap populasi burung hantu saat ini. “Kami pun sepakat membentuk komunitas dan menamainya Komunitas Owl Mojokerto atau disingkat Komet. Komunitas ini terbentuk 2 Maret 2018,” ungkapnya, Senin (30/12/2018).
Masih kata Samsul, Komet dirintis selama setahun dan merupakan komunitas pecinta burung hantu satu-satunya di Mojokerto. Komet memiliki beberapa program pelestarian. Salah satunya yakni melakukan sosialiasi ke masyarakat. Sosialisasi dilakukan di pusat keramaian seperti taman dan sekolah.
“Tujuan sosialisasi adalah untuk merubah mindset masyarakat tentang burung hantu karena sebagian masyarakat masih menganggap buruh hantu itu hewan yang menyeramkan. Pelestarian burung hantu kami lakukan step by step. Target awal kami masih merubah pandangan masyarakat,” katanya.
Dengan adanya sosialisasi diharap pembasmian terhadap burung hantu bisa berhenti. Samsul memaparkan, Burung hantu sebetulnya memiliki keunikan tersendiri di antaranya menggoyangkan dan memutar kepalanya 180 derajat. Selain itu juga burung hantu bisa untuk free fly (diterbangkan dan bisa kembali lagi ke pemiliknya).
“Kami biasanya biasanya berkumpul di Taman Benteng Pancasila setiap malam Minggu. Kami memperlihatkan keunikan itu kepada masyarakat agar mindset menyeramkan itu hilang dan selama ini respon masyarakat cukup positif. Selain memberikan sosialisasi kepada masyarakat, Komet juga berupaya melakukan penangkaran,” ujarnya.
Namun, upaya tersebut belum berhasil. Ada beberapa faktor penyebab gagalnya penangkaran yakni, perizinan, burung dan lingkungan. Saat ini, tegas Samsul, Komet giat melakukan pelepasan burung hantu dewasa ke alam liar. Sebanyak 15 burung hantu dewasa telah dilepas ke alam liar. [tin/suf]






