Gresik (beritajatim.com) – Kabupaten Gresik juga memiliki nama Banyuwangi. Bedanya nama yang dimaksud merupakan desa yang masuk wilayah Kecamatan Manyar. Desa yang berjarak kurang lebih 10 kilometer dari pusat kota sangat mudah dijangkau karena aksesnya melintasi Jalan Daendels Pantura Gresik.
Menurut cerita pemerintah desa setempat. Nama Desa Banyuwangi merupakan nama baru. Pasalnya, dulu desa tersebut lebih dikenal dengan nama Den Alim. Di tengah-tengah desa terdapat sebuah sumur, atau jublangan yang airnya berbau wangi. Sehingga, muncul nama Banyuwangi.
Nama Desa tersebut juga tak lepas dari sosok Mbah Buyut Singopati seorang prajurit yang ditugaskan Kerajaan Blambangan Banyuwangi pada tahun 1453 untuk membantu kerajaan Giri Kedaton yang saat itu diserang pasukan musuh.
Baca Juga:
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/tawuran-pelajar-dan-pemuda-menganti-gresik-diciduk-polisi/
Mbah Buyut Singopati setelah menjalankan tugasnya kemudian bersama pasukan yang lain babat alas mencari pemukiman. Kemudian akhirnya menemukan tempat yang dulu dikenal namanya kawasan pecuk.
Dari sinilah asal usul Desa Banyuwangi muncul, dan dikenal sampai sekarang. Pergantian nama desa itu, terjadi pada masa Wali Songo dan yang mengganti nama desa merupakan tokoh masyarakat terkemuka bernama H. Nur Salim.
Camat Manyar Zainul Arifin mengatakan, di era sekarang nama Desa Banyuwangi lebih terkenal dengan nama pecuk. Hal ini karena banyak nelayan yang mencari ikan di wilayah desa tersebut. Ditambah di daerah pesisir sungai banyak burung pecuk.
“Nama pecuk lebih diingat sehingga banyak orang menyebutnya dengan nama itu,” katanya, Minggu (2/04/2023).
Mantan Camat Kebomas itu menambahkan, mesti demikian nama Desa Banyuwangi tetap dikenal. Kendati di daerah ini banyak burung pecuk yang merupakan ciri khas daerah pesisir utara.
“Desa Banyuwangi secara administratif masuk wilayah Kecamatan Manyar, dan berdekatan dengan laut. Warga setempat ada yang berprofesi sebagai nelayan dan pekerja mengingat di wilayah kami banyak berdiri industri serta pabrik,” imbuhnya. (dny/ted)






