Ringkasan Berita:
- PNM Mengajar membekali 2.700 siswa SMK se-Indonesia dengan wawasan kewirausahaan.
- Program digelar dalam rangka HUT ke-27 PT Permodalan Nasional Madani.
- Materi mencakup dunia kerja, kesehatan mental, hingga isu keberlanjutan.
- Kolaborasi sekolah dan dunia usaha dinilai penting menghadapi perubahan industri.
Surabaya (beritajatim.com) – PT Permodalan Nasional Madani melalui program PNM Mengajar membekali 2.700 siswa SMK se-Indonesia dengan wawasan kewirausahaan dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Program bertajuk “Berkelana: Belajar Kewirausahaan, Literasi Kesehatan & Dampak Keberlanjutan” tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT PNM ke-27.
Dalam kegiatan itu, PNM menghadirkan praktisi dari dunia usaha untuk berbagi pengalaman serta perspektif langsung kepada para siswa SMK.
Materi yang diberikan mencakup pola pikir kewirausahaan di era digital, literasi kesehatan mental, hingga kesadaran terhadap isu keberlanjutan.
Salah satu pengurus SMKN 10 Surabaya, Imam Sutopo mengatakan, program tersebut memberikan manfaat besar bagi siswa karena tidak hanya mengenalkan dunia kerja, tetapi juga membangun mental dan rasa percaya diri.
“Program seperti PNM Mengajar ini sangat bermanfaat bagi siswa kami karena tidak hanya memberikan wawasan tentang dunia kerja dan kewirausahaan, tetapi juga membangun mental, kepercayaan diri, serta semangat untuk terus berkembang,” kata Imam Sutopo, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, siswa SMK saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri.
Karena itu, kolaborasi antara sekolah dan dunia usaha dinilai penting agar siswa memiliki gambaran nyata mengenai dunia profesional.
“Kehadiran praktisi langsung dari dunia usaha membuat anak-anak lebih termotivasi dan memiliki gambaran nyata tentang tantangan serta peluang di masa depan,” ujarnya.
PNM menilai siswa SMK memiliki posisi strategis karena dipersiapkan lebih cepat mengenal dunia kerja serta memiliki keterampilan aplikatif.
Namun di sisi lain, masih banyak siswa yang belum memiliki akses luas terhadap wawasan industri maupun pengalaman profesional secara langsung, terutama di daerah.
Melalui program tersebut, PNM berharap siswa tidak hanya siap mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi di tengah perubahan zaman.
Kolaborasi antara dunia pendidikan dan perusahaan dinilai menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
“Harapannya siswa SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga punya mental berkembang, berani berwirausaha, dan mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang terus bergerak cepat,” pungkas Imam Sutopo. [asg/beq]






