Ponorogo (beritajatim.com) – Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Inf Dwi Soerjono, turun langsung meninjau progres pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Kabupaten Ponorogo.
Program ini merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Kodam V/Brawijaya yang menyasar 158 rumah warga di Bumi Reog. Kunjungan lapangan dilakukan di 2 titik sasaran, yaitu wilayah Koramil Tipe B 0802/04 Siman dan Koramil Tipe B 0802/11 Bungkal.
“Tentunya kita semua berkeinginan program RTLH ini berjalan lancar dan sukses, sehingga warga bisa menempati rumah sesuai harapan yaitu yang layak huni,” kata Dandim Ponorogo, ditulis Jumat (15/8/2025).
Dandim menegaskan, pengecekan rutin dilakukan, untuk memantau perkembangan pembangunan sekaligus mengantisipasi kendala di lapangan.
“Peninjauan ini terus kami lakukan di samping untuk mengetahui secara langsung perkembangan dari pembangunan program RTLH, juga untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan sukses. Pun seandainya ada kendala, maka segera dapat diatasi secepatnya,” jelas Letkol Inf Dwi Soerjono.
Selain memastikan kualitas pembangunan, kunjungan ini juga menjadi sarana komunikasi sosial (Komsos) antara TNI dan warga. Sehingga segala permasalahan yang ada di wilayah, tentunya bisa langsung diwadahi dan berikan solusi cepat.
“Alhamdulillah kami juga bisa langsung bertatap muka dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat, terutama saudara kita penerima bantuan RTLH,” ungkap Dandim.
Salah satu penerima bantuan, Darsono (54), warga Dukuh Kepuh Rubuh, Desa Krajan, Kecamatan Siman, mengaku sangat bersyukur. Dirinya merasa senang huniannya menerima program RTLH.
“Sangat senang sekali, terima kasih,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, dirinya juga menceritakan bahwa kondisi rumah lamanya yang memprihatinkan, dengan banyak bagian kayu atap rapuh dan patah.
Menurut laporan Staf Teritorial Kodim 0802/Ponorogo, capaian pembangunan RTLH per 15 Agustus 2025 sudah mencapai progres fisik 6,20 persen. Rinciannya, 108 unit masih pada tahap persiapan (0%), 44 unit dalam tahap pengerjaan 10–40 persen, dan 6 unit sudah mencapai 50 persen.
Program ini melibatkan 400 personel, terdiri dari 250 anggota Kodim 0802/Ponorogo dan 150 warga masyarakat yang turut membantu proses pembangunan. (end/ian)






