Malang (beritajatim.com) – Platform i-Desaku dapat mengintegrasikan antar perangkat desa dengan masyarakat. Inovasi teknologi ini berasal dari ide cemerlang Muhammad Hafizh Al Ghiffari, mahasiswa Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) Malang.
Hafizh, sapaannya menjelaskan bahwa ide awal pembuatan platform karena melihat masalah ekonomi, infrastruktur, dan kesenjangan sosial yang ada di pedesaan. Menurutnya, hal itu butuh upaya untuk mencapai tujuan SDGs Desa yaitu pembangunan sosial, ekonomi, hukum, lingkungan, serta tata kelola masyarakat.
“Platform i-Desaku ini sudah mempunyai fitur unggulan, seperti arus pemasukan dan pengeluaran dana desa, info event, kolom aspirasi, Badan Usaha Milik Desa, koperasi digital serta berbagai fitur lainnya yang akan terus saya kembangkan,” jelasnya, Jumat (10/2/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”UB”]
Ada empat keunggulan i-Desaku yaitu pertama, dapat mengentaskan kemiskinan dengan cara transparansi cash flow pengelolaan dana desa secara real time. Kedua, dapat mewujudkan platform penampung aspirasi publik untuk berbagai kebutuhan.
“Ala itu juga bisa mengurai potensi penyelewengan dana, membuka ruang masyarakat agar melaporkan masalah yang ada di desa, sebagai sarana pengembangan usaha masyarakat desa dengan pendanaan melalui BUMD, serta menjadi penghubung warga dengan perangkat desa yang sedang mengabdi,” sambung Hafizh.

Berkat platform garapannya itu, ia menjadi satu dari lima mahasiswa yang menjadi perwakilan UB pada ajang International Youth Exchange (IYA) and Conference 3: Turkey. Program yang diinisiasi NGO Indonesian Youth Action untuk mewadahi suara, gagasan, ide dan inovasi serta berperan aktif pada pengabdian kepada masyarakat untuk menerapkan pembangunan berkelanjutan.
“IYA sendiri telah menyelenggarakan konferensi di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Lewat kegiatan ini saya harap bisa menyalurkan ide dan gagasan saya di hadapan para panelis yang mempunyai concern dan tujuan sama, agar bisa menghasilkan sebuah kolaborasi, untuk kemajuan negeri sebagai bakti kepada Ibu Pertiwi,” jelas Hafizh mengakhiri. [kun]






